Soal Kematian Jurnalis Palestina, AS Berharap Dilakukan Penyelidikan Kredibel 

  • Bagikan
Soal Kematian Jurnalis Palestina, AS Berharap Dilakukan Penyelidikan Kredibel 
/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Amerika Serikat menghubungi keluarga jurnalis Palestina yang tewas saat meliput bentrok dengan aparat Israel, Shireen Abu Akleh. Ia menyerukan penyelidikan menyeluruh kematian Akleh.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan bahwa ia berbicara dengan saudara laki-laki Abu Akleh yang merupakan warga AS di tengah penerbangannya menuju Berlin, Jerman, untuk pertemuan NATO pada Sabtu (14/5/2022).

“Saya berkesempatan menyampaikan belasungkawa mendalam. Hormat terdalam kami untuk kerja keras yang ia lakukan sebagai jurnalis selama bertahun-tahun,” ujar Blinken, seperti dikutip AFP, Minggu (15/5/2022).

Dalam perbincangan itu, Blinken dan saudara Abu Akleh itu mendiskusikan “betapa penting penyelidikan kredibel dengan segera untuk mengetahui penyebab kematiannya.”

Abu Akleh tewas saat sedang meliput bentrokan antara aparat Israel dan warga Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat, pada Rabu lalu.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa Abu Akleh tewas “dibunuh” tentara Israel. Dalam pemberitaannya, Al Jazeera juga merujuk pada pernyataan Kemenkes Palestina itu.

Meski demikian, Al Jazeera menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab kematian Abu Akleh.

“Apa yang kami tahu sekarang adalah Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan kematiannya,” kata seorang jurnalis Al Jazeera di Ramallah, Nida Ibrahim.

Ibrahim menuturkan bahwa informasi yang diketahui pasti hingga saat ini adalah Abu Akleh tertembak di bagian kepala. Abu Akleh kemudian dilarikan ke rumah sakit, tapi tak tertolong.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menyatakan bahwa ada kemungkinan Abu Akleh tewas karena tembakan warga Palestina. (ndi)

  • Bagikan