Muhaimin Iskandar gelar doa bersama untuk perdamaian dunia

  • Bagikan
Muhaimin Iskandar gelar doa bersama untuk perdamaian dunia
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar akan menggelar silaturahmi dengan ribuan ulama sekaligus doa bersama untuk perdamaian dunia.

Dalam siaran pers diterima di Surabaya, Sabtu, silaturahmi yang dikemas dalam halalbihalal tersebut digelar di Surabaya pada hari Minggu (22/5).

Sejumlah ulama yang dijadwalkan hadir, antara lain, Ketua PWNU Jatim K.H. Marzuki Mustamar, K.H. Anwar Manshur, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, K.H. Kholil As’ad Situbondo, K.H. Abdurrohman Al-Kautsar, dan sejumlah kiai khos Jatim lainnya.

Menurut Muhaimin Iskandar, saat ini banyak permasalahan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Selain pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya sirna, konflik terjadi di berbagai negara, termasuk paling panas sekarang adalah perang antara Rusia dan Ukraina.

“Konflik Rusia dan Ukraina ini kalau tidak segera diselesaikan bisa berdampak serius pada dunia. Imbasnya luar biasa. Ini menjadi persoalan dunia yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI tersebut mengatakan bahwa konflik Rusia dan Ukraina juga berdampak pada perekonomian dunia.

“Hal yang paling mengerikan adalah dampak kemanusiaannya. Akan berapa ribu, bahkan jutaan orang akan meninggal dunia jika perang tidak segera dihentikan?” kata politikus yang akrab disapa Gus Muhaimin tersebut.

Tidak hanya Rusia dan Ukraina, persoalan konflik Israel dengan Palestina yang terus berlarut dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti juga menjadi persoalan serius yang harus segera diakhiri.

“Belum lagi bagaimana kondisi anak-anak korban konflik di Palestina, masa depan mereka, para wanita yang kehilangan suami dan tempat tinggal. Ini sungguh mengerikan,” kata dia.

Menurut dia, Indonesia harus terlibat aktif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan perdamaian dunia. Hal ini merupakan cita-cita kemerdekaan dan tujuan politik luar negeri Indonesia.

“Dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan bahwa bangsa ini harus bisa melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” katanya.

Sementara itu, acara doa bersama ulama adalah bagian dari upaya agar perdamaian di atas bumi ini segera terwujud.

“Masih banyak persoalan yang menimbulkan terganggunya perdamaian dunia. Kita bersama pada ulama, habib, berusaha mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah Swt. agar cita-cita kita dan bangsa ini benar-benar terwujud,” tuturnya.(Din)

  • Bagikan