Ini Reaksi Keras Turki Terhadap Dua Anggota NATO

  • Bagikan
Ini Reaksi Keras Turki Terhadap Dua Anggota NATO
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan kekecewaan terhadap dukungan dua anggota NATO baru Swedia dan Finlandia terhadap kelompok pemberontak Kurdi.

“Dukungan tersebut tidak dapat diterima dan keterlaluan. Masalahnya adalah bahwa kedua negara ini secara terbuka mendukung dan terlibat dengan PKK dan YPG (Unit Perlindungan Rakyat),” kata Cavusoglu dilansir dari laman Aljazeera, Minggu (15/5/2022).

Ankara dan sekutu Barat telah menyatakan, pemberontak Kurdi sebagai organisasi teroris. PKK atau Partai Pekerja Kurdistan telah mengobarkan pemberontakan melawan Turki sejak tahun 1984. Pemberontakan ini telah merenggut puluhan ribu nyawa.

Kritik Turki terhadap Swedia dan Finlandia berpotensi memperumit rencana perluasan NATO. Karena setiap negara yang ingin bergabung dengan NATO membutuhkan dukungan bulat dari negara-negara anggota.

“Ini (PKK, red) adalah organisasi teroris yang telah menyerang pasukan kami setiap hari. Oleh karena itu, tidak dapat diterima dan keterlaluan bahwa teman dan sekutu kita mendukung organisasi teroris ini,” kata Cavusoglu.

Menteri Luar Negeri Latvia Edgar Rinkevics mengatakan, NATO akan menemukan solusi terhadap keanggotaan Finlandia dan Swedia sebagai anggota baru, meskipun ada kekhawatiran Turki.

“Kami telah melakukan diskusi itu dalam aliansi berkali-kali sebelumnya. Saya pikir kami selalu menemukan solusi yang masuk akal dan kami akan menemukannya kali ini juga,” kata Rinkevics kepada wartawan di Berlin.

“Keanggotaan Swedia dan Finlandia sangat penting bagi seluruh aliansi, dan pada akhirnya juga bagi Turki,” lanjut Rinkevics.

Pada kesempatan lain, Ibrahim Kalin, Juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan sebelumnya, Turki tidak menutup pintu bagi Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO. Namun negosiasi diperlukan dengan negara-negara Nordik dan melakukan tindakan keras terhadap kegiatan teroris. Turki menganggap YPG, pejuang Kurdi yang didukung AS yang berbasis di Suriah, sebagai organisasi teroris. Ankara memandang YPG sebagai afiliasi PKK.

“Kami tidak menutup pintu. Tapi kami pada dasarnya mengangkat masalah ini sebagai masalah keamanan nasional untuk Turki,” terang Kalin, yang juga penasihat kebijakan luar negeri presiden.

PKK, tuduh Kalin, sedang menggalang dana dan merekrut anggotanya di Eropa dan kehadiran PKK diakui oleh Swedia.(Din)

 

 

 

  • Bagikan