BOLA BASKET – Songsong NBA 2022-2023, Lakers Tetapkan Tiga Calon Pelatih Baru

  • Bagikan
BOLA BASKET - Songsong NBA 2022-2023, Lakers Tetapkan Tiga Calon Pelatih Baru
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Los Angeles Lakers dilaporkan telah menetapkan tiga kandidat akhir untuk pekerjaan pelatih kepala anyar mereka menyongsong musim baru NBA 2022-23.

Ketiga kandidat itu adalah asisten pelatih Milwaukee Bucks Darvin Ham, asisten pelatih Golden State Warriors Kenny Atkinson, dan mantan pelatih kepala Portland Trail Blazers Terry Stotts.

The Athletics pada Sabtu melaporkan bahwa Ham menjadi kandidat yang paling kuat di mata manajemen Lakers.

Kendati demikian, Lakers akan menggelar wawancara tahap akhir, di mana Stotts juga punya keunggulan rekam jejak mencapai playoff delapan kali dalam sembilan musim menangani Trail Blazers, sedangkan Atkinson digambarkan memiliki pemikiran yang tajam sert karakter pekerja keras.

Menurut sumber internal Lakers memprioritaskan seorang pelatih yang bisa menuntut rasa hormat dari timnya serta mampu menjaga otoritas di ruang ganti, serta memiliki kehadiran dan suara yang cukup kuat untuk mengelola berbagi peran dan hubungan di seluruh daftar.

Preferensi itu mengarah kepada Ham, yang sepanjang kariernya menjadi asisten pelatih di Lakers, Atlanta Hawks, dan Bucks, dikenal dengan gaya tanpa basa-basi serta kemampuannya untuk beresonansi dengan para pemain, atribut yang menonjol dalam proses penjajakan bersama Lakers.

Ketiga nama itu juga kabarnya menjadi kandidat kuat untuk pekerjaan pelatih kepala Charlotte Hornets yang saat ini masih lowong.

Ketiganya dalam waktu dekat akan bertemu dengan jajaran petinggi manajemen Lakers termasuk Jeanie Buss sang pemilik.

Selain ketiga nama tersebut, sebelumnya Lakers juga sudah menjajaki tiga sosok lain yakni asisten pelatih Bucks Charles Lee, asisten pelatih kepala Toronto Raptors Adrian Griffin, serta mantan pelatih kepala Warriors Mark Jackson.

Lakers mencari pelatih kepala baru setelah memecat Frank Vogel di akhir musim reguler 2021-22 lantaran dinilai gagal karena tim tak mampu menembus fase playoff, kendati punya rekam jejak menjuarai NBA 2019-20. (ndi)

  • Bagikan