Negara Rugi Rp. 1, 1 Miliar, Kasus Puskesmas Inbate Ditingkatkan ke Penyidikan

  • Bagikan
Negara Rugi Rp. 1, 1 Miliar, Kasus Puskesmas Inbate Ditingkatkan ke Penyidikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) kini terus berupaya untuk menuntaskan dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU.

Proyek Puskesmas Inbate yang dikerjakan oleh PT Jery Karya Utama tahun 2020 itu, kini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik).

Status itu ditingkatkan setelah Kejari TTU dan Tim menemukan sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Saat ini, Kejari TTU tengah melakukan langkah-langkah penyidikan terhadap item-item pekerjaan tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H yang dihubungi wartawan perteleponan, Kamis (13/01/2022)

Lambila mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Intelijen Kejari TTU dan tim Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) ditemukan ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Hasil penilaian PRKPP, item-item pekerjaan tersebut tidak dapat diterima, baik penggunaan bahannya, maupun metode pelaksanaannya.

Berdasarkan hasil perhitungan tim PRKPP, jumlah kerugian negara akibat kekurangan spesifikasi jika dikonversi ke nominal senilai Rp. 1,1 miliar.

“Kami sudah ekspose dengan tim jaksa, dan terhadap hasil penyelidikan itu. Kemudian saya sudah tingkatkan ke penyidikan. Saat ini kami sedang melakukan langkah-langkah penyidikan,” jelas Lambila.

Lambila menambahkan, hari ini Kejari TTU dan Tim Politeknik Negeri Kupang turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan secara komprehensif.

Pada awal penyidikan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan fisik ulang. Hal tersebut dilakukan agar melibatkan pihak luar yang benar-benar independen.

“Kenapa kita lakukan itu, kemarin memang sudah ada pemeriksaan fisik dari PRKPP, tetapi untuk independensi timnya dan supaya tidak ada konflik interest juga, sehingga saya mengambil tim ahli dari luar yakni Politeknik Negeri Kupang,” ungkapnya.

Sambil menanti hasil pemeriksaan fisik, pihaknya juga akan memulai dengan pemeriksaan saksi-saksi. Proyek pembangunan gedung Puskesmas Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) oleh PT Jery Karya Utama tahun 2020 diduga tidak sesuai gambar rencana dan spsifikasi.

Selain itu, ada juga beberapa item pekerjaan yang tidak dikerjakan. Akibatnya, Gedung Puskesmas yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar lebih itu mengalami kerusakan beberapa bulan setelah pelaksanaan PHO.(rey)

  • Bagikan