Moeldoko Bela Kaesang dan Gibran, Yan Harahap: Ini Begal Kok Jadi Jubir

  • Bagikan
pemerintah
Yan Harahap Demokrat/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Politisi Partai Demokrat Yan Harahap turut menanggapi pernyataan K

epala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang meminta masyarakat tak mudah menghakimi kekayaan yang dimiliki Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Pernyataan Moedoko ini buntut dari dilaporkannya Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep oleh Dosen UNJ Ubedilah Badrun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Yan Harahap, pernyataan Moeldoko ini terkesan membela Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Melalui akun Twitter pribadinya, @YanHarahap, dia lantas mempertanyakan mengapa harus tidak nyaman jika memang apa yang dilaporkan ke KPK tidaklah benar.

“Kan, tinggal jelaskan, dari mana asal usul ‘kekayaan mendadak’ tersebut,” kata Yan Harahap seperti dikutip pada Kamis (13/1).

Tak hanya sampai di situ, ia juga menyindir Moeldoko yang pernah berusaha merebut pucuk pimpinan Partai Demokrat lewat KLB.

Btw,‘begal’ kok jadi ‘jubir’?” pungkas Yan Harahap dalam akhir cuitannya.

Cuitan Yan Harahap merespons ‘pembelaan’ Moeldoko soal Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke KPK.

Diberitakan sebelumnya, Moeldoko memberikan tanggapan kepada Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Moeldoko mengimbau agar jangan terlalu mudah memberikan judgement bahwa seolah-olah anak pejabat itu negatif dan tidak boleh kaya.

Sepanjang usahanya itu baik-baik saja, katanya melanjutkan, hal itu bisa terjadi karena semua memiliki hak yang sama.

Moeldoko pun menegaskan, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dengan baik.

Lantaran hal tersebutlah, ia kemudian meminta masyarakat agar juga memberikan kesempatan bagi anak pejabat untuk membangun usahanya.

Diketahui bersama, Dosen UNJ Ubedilah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK atas dasar dugaan hubungan dua anak Presiden Jokowi dengan perusahaan pembakar hutan.

Ia mengatakan, ada temuan relasi bisnis antara perusahaan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dengan perusahaan yang terjerat kasus kebakaran hutan di Palembang, yakni Sinar Mas Group pada 2015 silam.[prs]

  • Bagikan