KPK Sebut Tiga Saksi Kasus PEN Daerah 2021 Diperiksa

  • Bagikan
KPK Sebut Tiga Saksi Kasus PEN Daerah 2021 Diperiksa
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah tahun anggaran 2021.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri mengatakan ada tiga saksi yang akan dijadwalkan pemeriksaannya dalam mengusut kasus tersebut. Ketiganya yakni Andi Zainuddin, Syahrir alias Erik, dan Rahman yang merupakan wiraswasta.

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK, Kuningan Persada, Kavling 4, Setia Budi Jakarta Selatan,” kata Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Diberitakan sebelumnya, KPK tengah mengusut kasus dugaan korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) Tahun 2021.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim Anzarullah.

Andi Merya dan Anzarullah dijerat KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim). Pengadaan barang dan jasa tersebut berasal dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dalam pengembangan perkara ini, diduga ada tindak pidana korupsi lain yaitu adanya pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) Tahun 2021,” kata Ali.

Ali mengatakan, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai siapa saja pihak yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini. Pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan.

“Pada saat upaya paksa penangkapan dan penahanan, KPK akan mengumumkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ali.(Din)

  • Bagikan