1

Inilah Pertempuran Paling Mematikan di Masa Perang Dunia II

Realitarakyat.com – Perang Dunia II dipenuhi oleh pertempuran-pertempuran mengerikan yang diikuti oleh berbagai negara, baik itu tentara maupun rakyat biasa yang berusaha mempertahankan tanahnya agar tidak dikuasai oleh penjajah.

Dari sekian banyak pertempuran yang terjadi selama masa Perang Dunia II, beberapa diantaranya merupakan pertempuran besar yang menelan korban sangat banyak, bukan hanya ribuan melainkan jutaan jiwa. Dilansir History Extra, berikut lima pertempuran paling mematikan di masa Perang Dunia II!

1. Battle of France
Battle of France resmi dimulai pada 10 Mei 1940, ketika Jerman mulai menyerang wilayah Prancis. Dan sama seperti negara lain, kehadiran Jerman mendapatkan perlawanan dari tentara Prancis yang berusaha mempertahankan tanahnya.

Sayangnya, meski jumlah tentara Prancis cukup banyak, tentara Jerman jauh lebih terlatih dalam menghadapi serangan. Kurang dari dua bulan setelah dimulainya perang, Prancis berhasil takluk di tangan Jerman. Perang berakhir pada 25 Juni 1940, dengan jumlah korban mencapai 469 ribu jiwa.

2. Battle of Narva

Narva merupakan salah satu wilayah yang terletak di Estonia. Ketika Perang Dunia II terjadi, wilayah itu menjadi rebutan Soviet dan Jerman yang kemudian memicu terjadinya pertempuran besar.

Dimulai dari bulan Februari 1944, Uni Soviet yang kala itu sudah berhasil menaklukkan Prusia dan Finlandia, berusaha untuk mencaplok Estonia dan mengklaimnya sebagai bagian dari negaranya. Tentu saja hal itu tidak bisa dibiarkan.

Dibantu Jerman, Estonia melakukan perlawanan habis-habisan untuk melindungi wilayahnya. Battle of Narva resmi berakhir pada Agustus 1944 ketika Jerman menarik pasukannya dari Estonia. Dan saat itu terjadi, korban pertempuran sudah mencapai 500 hingga 550 ribu jiwa.

3. Battle of Moscow

Sesuai dengan namanya, Battle of Moscow atau Pertempuran Moscow, merupakan pertempuran antara Jerman dan Soviet dalam memperebutkan kota Moscow. Pertempuran dimulai pada 2 Oktober 1941. Diawal pertempuran, Jerman berhasil mendekati Moscow.

Sayangnya, mereka terhalang musim dingin. Suhu yang menggigit, ditambah gagalnya pengiriman pasokan makanan, membuat tentara Jerman kesulitan bertahan. Hal sebaliknya terjadi pada tentara Rusia yang memang sudah kebal dengan suhu ekstrim.

Pada 7 Januari 1942, ketika korban dari kedua belah pihak mencapai 1.000.000 jiwa, Rusia berhasil memukul mundur tentara Jerman sekaligus mengakhiri Pertempuran Moscow.

4. Battle of Berlin

Jika peperangan sebelumnya terjadi di era kejayaan Hitler, Battle of Berlin justru terjadi saat Nazi sudah sekarat. Meletus tanggal 16 April 1945, Battle of Berlin adalah pertempuran dimana Uni Soviet, Tentara Sekutu, dan juga pasukan Nazi berlomba-lomba untuk menguasai dan mempertahankan Berlin.

Keadaan semakin genting setelah Hitler memutuskan untuk bunuh diri pada 30 April 1945 di bunker pribadinya. Pertempuran berakhir pada 2 Mei 1945, dengan kemenangan di pihak Sekutu dan Soviet. Meski begitu, harga yang harus dibayar sangatlah mahal.

Korban Battle of Berlin mencapai 1.298.745, mayoritas korban memang merupakan tentara Jerman. Tapi jumlah korban di pihak Soviet dan Sekutu juga tidak kalah banyak.

5. Battle of Stalingrad

Kota Stalingrad merupakan kota industri sekaligus pertahanan militer tentara Uni Soviet. Karena ada banyak industri yang berjalan, kota itu menghasilkan banyak uang. Atas dasar itu, tentara Jerman dibawah komando Adolf Hitler berusaha mengambil alih Stalingrad dari tangan Soviet. Pertempuran dimulai pada 23 Agustus 1942, ketika 150 ribu tentara Nazi dan 500 tank menyerang kota Stalingrad. Tentara Soviet jelas tidak akan melepaskan Stalingrad yang sudah lama jadi milik mereka.

Mereka mati-matian mempertahankan Stalingrad, dan membuat pertempuran menjadi semakin alot. Pada akhirnya, tentara Jerman kehabisan sumber daya yang membuat mereka terpaksa mundur pada 2 Februari 1943 dari Stalingrad. Setelah ditotal, pertempuran ini mengakibatkan 1.250.000 hingga 1.798.619 orang kehilangan nyawa, dengan 40.000 diantaranya merupakan warga sipil tidak bersalah.***