Inggris dan India Mulai Bicarakan Kesepakatan Perdagangan Bebas

  • Bagikan
Inggris dan India Mulai Bicarakan Kesepakatan Perdagangan Bebas
ilustrasi/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Inggris dan India akan memulai pembicaraan resmi terkait kesepakatan perdagangan bebas di New Delhi pada Kamis (13/1/2022).

Pembicaraan itu dilakukan untuk mengupayakan pergerakan barang dan orang yang lebih bebas dengan kerja sama yang diproyeksikan bakal mendongkrak perdagangan bilateral senilai hingga miliaran poundsterling.

Inggris sudah membuat kesepakatan dengan India sebagai salah satu prioritasnya pasca-Brexit, karena setelah terbebas dari kebijakan perdagangan bersama Uni Eropa, para menteri berupaya menggerakkan kebijakan perdagangan ke arah ekonomi yang tumbuh lebih cepat di wilayah Indo-Pasifik.

Menteri Perdagangan India Piyush Goyal dan Menteri Perdagangan Inggris Anne-Marie Trevelyan akan bertemu di New Delhi, Kamis dengan tahapan pertama negosiasi dimulai pekan depan.

“Kesepakatan dengan India adalah kesempatan emas untuk menempatkan bisnis Inggris di lini depan karena ekonomi India terus tumbuh dengan cepat,” kata Trevelyan dalam keterangannya.

Inggris mengatakan kesepakatan itu bisa bernilai dua kali lipat ekspor Inggris ke India dan pada 2035 menggenjot total perdagangan sebesar 28 miliar poundsterling (Rp549,2 triliun) per tahun.

Total perdagangan pada 2019 bernilai 23 miliar pondsterling, menurut data statistik Inggris.

Para menteri ingin memanfaatkan kekayaan warga kelas menengah India dan selera mereka terhadap produk premium Inggris, seperti Scotch Whisky.

Mereka juga berharap India dapat menjadi pelanggan besar industri teknologi hijau Inggris dan rute perdagangan sektor layanan yang ada dapat diperkuat.

India dan mantan penjajahnya, Inggris, sudah menjalin hubungan dagang yang kuat dan lebih dari satu juta orang asal India tinggal di Inggris setelah migrasi beberapa dekade lamanya.

India mencari peluang lebih besar bagi warganya untuk hidup dan bekerja di Inggris dan kesepakatan dagang apapun akan bergantung pada aturan yang longgar dan biaya rendah bagi pelajar dan tenaga profesional India yang pergi ke Inggris.

Akses dengan tarif lebih rendah ke pasar India dengan imbalan pergerakan yang lebih bebas diperkirakan akan menjadi dinamika penting dalam pembicaraan.

Kemampuan negosiasi Inggris akan diuji dan konsesi terkait imigrasi kemungkinan akan menghadapi penentangan di dalam negeri.

Kedua pihak sudah menegosiasikan peningkatan kemitraan perdagangan yang diumumkan tahun lalu. Mereka dapat memilih untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas sementara negosiasi yang lebih luas terus dilanjutkan. (rtr/ant/ndi)

  • Bagikan