Hasto Klaim Pelapor Gibran-Kaesang Terlibat Parpol Lain

  • Bagikan
rakernas
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto (net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menyoroti rekam jejak dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun yang melaporkan dua putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK atas dugaan korupsi dan pencucian uang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut partainya telah melihat rekam jejak Ubedillah di media sosial dan mengendus hubungannya dengan salah satu partai politik. Namun, Hasto tak menyebut partai politik yang dimaksud.

“Kami juga melihat bagaimana rekam jejak Ubedilah tersebut termasuk pergerakan sosmed yang mengungkapkan keterlibatannya dengan partai politik tertentu,” kata dia di Sekolah Partai PDIP, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1).

Hasto mengakui partainya telah berkomunikasi dengan Gibran soal laporan tersebut. Menurut dia, klarifikasi Gibran telah meredam unsur politis di balik upaya hukum lewat laporan Ubedilah.

Dia menilai, laporan Ubedilah atas dugaan korupsi dan pencucian uang yang dilakukan oleh dua putra Presiden itu lebih bernuansa politis. Meski demikian, katanya, PDIP tetap mematuhi proses hukum yang akan diambil KPK menindaklanjuti laporan tersebut.

“Beberapa kader PDIP juga melakukan advokasi karena ini nampak ya sebagai suatu tindakan-tindakan yang political heavy-nya itu jauh lebih kuat,” kata Hasto.

“Tetapi meskipun demikian, setiap upaya untuk penegakan hukum dihormati oleh PDIP,” tambahnya.

Ubedilah pada 10 Januari lalu melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas kasus dugaan korupsi. Gibran dan Kaesang dituding memiliki relasi bisnis dengan anak petinggi PT SM, induk dari PT PMH yang terlibat kasus pembakaran hutan pada 2015.

Atas laporan tersebut, Gibran mengaku siap mengikuti proses hukum. Ia juga menyatakan siap menjalani proses hukum jika terbukti melakukan pelanggaran.

Di sisi lain, relawan Jokowi, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer juga telah melaporkan balik Ubedillah ke Polda Metro Jaya dengan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah.

Ubedilah membantah bahwa laporannya terhadap Gibran dan Kaesang bermuatan politis dan terkait dengan salah satu partai politik. Ia menyebut pernyataan Hasto hanya kesimpulan di permukaan.

Ubedilah mengakui dirinya memang kerap muncul di berbagai forum partai. Namun, kemunculan dirinya tak lebih sebagai narasumber dari akademisi.

“Bisa jadi mas Hasto menyimpulkan dari permukaan. Karena sebagai akademisi saya ada dihampir semua partai sebagai narasumber,” ucap Ubedilah.[prs]

  • Bagikan