Diduga Banyak Kejanggalan, Komisi III DPR RI Minta Kapolri Ambil Alih Kasus Pembunuhan di Kupang

  • Bagikan
Diduga Banyak Kejanggalan, Komisi III DPR RI Minta Kapolri Ambil Alih Kasus Pembunuhan di Kupang
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Beny Kabu Harman (BKH) salah satu anggota Komisi III DPR RI, meminta Kapolri untuk mengambil alih kasus pembunuhan ibu dan anak (Astrid dan Lael) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga penuh kejanggalan.

“Saya minta Kapolri untuk ambil alih kasus ini dan diusut seadil-adilnya,” kata Beny Kabur Harman saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri, Senin, (24/01/2022) yang disiarkan secara langsung (Live Streaming).

BKH menjelaskan almarhum (Alm) Astrid dan Lael menghilang dari rumahnya sejak 27 Agustus 2021 lalu, dan baru ditemukan pada 30 Oktober 2021.

“Keduanya sudah menghilang dari rumah sekitar 3 bulan, dan ditemukan saat eksavator melakukan penggalian di satu wilayah di Kota Kupang (Penkase),” jelas BKH.

Menurut BKH, kejanggalan yang dimaksud, Randi yang datang menyerahkan diri sebagai pelaku pembunuhan dan ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus itu.

“Ditenggarai ada tersangka lain yang sengaja disembunyikan,” katanya.

Karena itu, lanjut BKH, ada dugaan kasus ini direkayasa, karena berdasarkan laporan tim pencari fakta ada pelaku lain dalam kasus ini.

“Ada tim pencari fakta dari lembaga masyarakat menyebutkan ada pelaku lain. Artinya pelakunya bukan tunggal,” katanya.

Kejanggalan lainnya, tambah BKH, yakni hasil otopsi korban yang dinilai tidak ada kesesuaian. Dimana disebutkan Randi (Pelaku) membunuh Astrid dengan cara mencekik dan Astid membunuh anaknya Lael juga dengan cara dicekik. Padahal hasil otopsi terdapat benturan benda tumpul di bagian kepala.

“Adanya kejanggalan-kejanggalan ini, maka saya meminta Kapolri untuk mengambil alih dan menyusut tuntas kasus ini demi keadilan,” tegasnya.(rey)

  • Bagikan