PWNU DKI Minta Gus Ipul Tak Buat Gaduh Muktamar NU

  • Bagikan
ipul
Saifullah Yusuf alias Gus Ipul/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Muzakki Kholis meminta Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul tidak membuat gaduh soal Muktamar NU.

Kholis menilai Gus Ipul terlalu banyak menyampaikan pernyataan kontroversial. Ia menyebut Gus Ipul membuat Muktamar NU bagaikan kontestasi politik.

“Ipul ini enggak paham organisasi dan jangan-jangan belum pernah ikut Madrasah Kader NU atau MKNU? Coba ditanya itu Saipul, sampaikan juga, muktamar itu bukan pilpres, bukan pilkada, jadi jangan bikin gaduh,” kata Kholis dalam keterangan tertulis, Minggu (5/12).

Kholis berpendapat seharusnya Gus Ipul lebih bijak dalam mengeluarkan pendapat. Terlebih lagi Gus Ipul menyandang status sebagai tokoh NU sekaligus pimpinan di PBNU.

Ia khawatir kegaduhan yang dibuat Ipul akan berdampak buruk bagi kader-kader NU di daerah. Kholis pun takut tingkah Gus Ipul meruntuhkan marwah PBNU.

“Aneh sekali jika ada pengurus, tapi senangnya bikin gaduh, bikin organisasinya sendiri kehilangan marwah,” ucapnya.

Gus Ipul sebelumnya menyatakan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini mangkir dari rapat penentuan tanggal muktamar.

Ipul juga menyebut kepemimpinan Said Aqil di PBNU habis pada 25 Desember 2021. Oleh karena itu, ia mendukung keputusan memajukan tanggal Muktamar PBNU ke 17 Desember 2021.

“Sesuai hasil Munas Alim Ulama dan Konbes, Muktamar digelar tanggal 23-25 Desember 2021, sehingga masa kepemimpinan PBNU berakhir pada 25 Desember,” ungkap Gus Ipul lewat keterangan tertulis, Rabu (1/12).[prs]

  • Bagikan