Lestari: Peringatan HKSN Momen Perkuat Pengamalan Nilai Solidaritas dan Gotong Royong

  • Bagikan
lestari
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moedijat/Dok.Ist
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) adalah momentum memperkuat pengamalan nilai-nilai solidaritas dan gotong-royong untuk menjawab sejumlah tantangan bangsa.

“Kesetiakawanan sosial, yang merupakan bagian dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa ini memang penting untuk tetap diterapkan dalam keseharian, menyikapi berbagai situasi yang terjadi di negeri ini,” kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya terkait HKSN yang diperingati setiap 20 Desember.

Rerie mengatakan pandemi COVID-19 dan bencana alam yang melanda Indonesia menyadarkan kita sebagai bangsa betapa pentingnya kesetiakawanan sosial dalam menghadapi ancaman yang melanda seluruh anak negeri.

Menurut dia, sejumlah upaya mendukung langkah pencegahan meluasnya penyebaran COVID-19, empati dan bantuan terhadap para korban bencana alam adalah bentuk dari pengamalan nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang harus dipertahankan.

Dia menilai kesetiakawanan sosial di negeri dengan 270 juta penduduk dan keberagaman suku, agama, bahasa dan adat istiadat, sangat diperlukan dalam upaya membangun bangsa.

“Solidaritas antar sesama warga negara akan memperkuat persatuan. Persatuan akan menghimpun beragam kekuatan sehingga bangsa ini unggul dalam setiap persaingan dengan bangsa lain,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya peran nilai-nilai solidaritas dan gotong-royong itu dalam proses pembangunan mewajibkan kita untuk mewariskannya kepada generasi penerus bangsa.

Rerie menilai menciptakan momentum agar anak bangsa ini sadar akan pentingnya sebuah nilai, seperti peringatan HKSN merupakan bagian dari upaya mewarisi nilai-nilai solidaritas tersebut.

“Namun akan lebih baik lagi bila upaya mewarisi nilai-nilai kesetiakawanan sosial itu dilakukan lewat teladan pelaksanaannya dalam keseharian,” katanya.

Menurut dia, para tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan harus memberikan teladan dalam melaksanakan nilai-nilai solidaritas itu lewat empati dan kebijakan yang memberikan rasa aman bagi setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari.

Rerie berharap teladan dalam pelaksanaan solidaritas terus hadir di tengah masyarakat agar nilai-nilai kesetiakawanan sosial dapat terus dilestarikan sebagai salah satu karakter yang dimiliki bangsa ini.[prs]

  • Bagikan