‘East Meets West’: Natalia Yaya, Perancang Busana Batik asal Madura yang Mendunia

  • Bagikan
'East Meets West': Natalia Yaya, Perancang Busana Batik asal Madura yang Mendunia
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wanita kelahiran Jakarta 54 tahun silam ini adalah pemilik brand NataliaYaya Designs yang sudah cukup dikenal di Amerika Serikat. Pemilik nama lengkap Natalia Yaya Pascale ini memulai kiprahnya di dunia rancang busana sejak muda usia. Bakat alaminya dalam seni dan rancang busana diturunkan oleh sang ibunda yang di masa hidupnya dahulu berprofesi sebagai perancang busana pengantin di wilayah Timur DKI Jakarta.

Natalia, yang sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini sedari kecil telah membangun impiannya sebagai perancang busana. Kecintaan pada dunia fashion inilah yang membuat dirinya lebih memilih sebagai seorang fashion designer ketimbang berkarier sebagai lawyer.

Perkenalannya dengan Batik, khususnya Batik Madura, dimulai sejak awal tahun 2000. Batik tidak hanya menjadi komoditi komersial penunjang hobi dan finansial keluarga, namun juga menjadi bagian dari lifestyle sehari-hari Natalia dan kedua putrinya.

Di awal tahun 2005, Natalia mulai melebarkan kiprahnya ke panggung internasional. Dimulai dari pasar Indonesia, brand miliknya, House of Kebaya by NataliaYaya, mulai merambah ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Gaya desainnya yang unik, dimana ia memadukan warisan budaya tradisional Timurnya, Batik Indonesia, dengan asesoris modern dunia Barat, telah menjadi ciri khas rancangan Natalia.

“Sejak masih muda saya sangat suka dengan western style. Maka, maksud dari East Meets West ini adalah Batik Tradisional Indonesia saya padu padankan dengan gaya Barat mengikuti empat musim yang ada di Amerika, seperti contoh baju Batik Madura saya desain dengan model summer dress, winter coat, cowboy style, western gown mix kebaya, dan lain sebagainya,” ucap Nataliayaya.

Falsafah rancang ‘East Meets West’ ini terus ia pertahankan bahkan sampai ke Amerika Serikat. Kepindahannya ke Negara Paman Sam pada tahun 2015 lalu tidak memadamkan kecintaannya pada Batik. Hal tersebut dapat dilihat dari konsistensinya dalam menampilkan karya-karya terbarunya yang tetap bernuansa East Meets West, baik di acara Fashion Show di New York City (2018) maupun di acara khusus yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat (2021).

Dalam acara di bulan Oktober 2021 lalu itu, Natalia mendapat kesempatan untuk memberi presentasi tentang Batik Madura di hadapan para Diplomat asing dari berbagai negara sahabat, baik itu tentang proses pembuatan maupun dalam bentuk rancangan busana hasil karyanya.

“Menurut pengalaman saya setelah mengikuti Fashion Show di New York dan Los Angeles, Batik Madura corak Floral dan Binatang sangat disukai oleh penonton dengan warna yang cerah seperti merah, biru, hijau, dan warna cerah lainnya. Maka dari itu saya membawa desain baju batik dengan warna cerah, bukan hanya batik warna tanah,” ujar Nataliayaya.

Bertepatan dengan hari Batik Nasional di bulan Oktober tahun 2022 yang akan datang, Natalia, dibawah bendera baru perusahaannya di Amerika Serikat yang bertajuk NataliaYaya Designs L.L.C., akan bekerjasama dengan There and Back LLC, perusahaan perencana dan konsultan event Amerika, untuk menyelenggarakan acara fashion show dan kreasi Batik Indonesia di negara adikuasa tersebut.

Acara ini selain bertujuan untuk mengangkat citra Batik di kalangan Diaspora muda Indonesia dan pecinta Batik pada umumnya di Amerika, juga untuk membantu mengangkat perekonomian dari para pengrajin Batik, khususnya mereka yang berlokasi di Kabupaten Pamekasan Madura. Selain itu, kedepannya Natalia juga bercita-cita untuk memperluas cakrawala desainnya dengan menggarap kain-kain tradisional Indonesia lainnya.(Din)

  • Bagikan