Dinilai Langgar Perjanjian Kerja, Bobby Tantoyo Gugat PT. Adira Dinamika Multi Finance

  • Bagikan
Dinilai Langgar Perjanjian Kerja, Bobby Tantoyo Gugat PT. Adira Dinamika Multi Finance
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Boby Hartono Tantoyo (penggugat) akhirnya melayangkan gugatan terhadap PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kupang (tergugat).

PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kupang digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang oleh penggugat dengan alasan bahwa PT. Adira Multi Finance Cabang Kupang telah melanggar perjanjian pembiayaan  yang memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak dimana PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Cabang Kupang tidak melakukan eksekusi atas obyek jaminan fidusia berupa mobil dump truk yang dibiayai.

Demikian diungkapkan Lesly Anderson Lay, S. H selaku kuasa hukum Boby Hartono Tanyoyo (penggugat) kepada wartawan di Kupang, Sabtu (18/12/2021) siang tadi.

Dijelaskan Lesly, gugatan Boby Hartono Tantoyo sebagai penggugat melawan PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Cabang Kupang sebagai Tergugat yang terdaftar dibawah register perkara Nomor : 278/PDt.G/2021/PN.KPG  memasuki tahapan mediasi di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang

Menurut Lesly, sesuai dengan hukum acara setiap perkara perdata wajib melewati tahapan mediasi guna mencari jalan damai dalam penyelesaian perkara perdata. Namun, mediasi antara pihaknya dalam hal ini prinsipal penggugat Boby Hartono Tantoyo dengan pihak PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Cabang pada 16 Desember 2021 di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang gagal dan tidak berhasil

“Kita sebagai kuasa hukum berharap ada jalan damai, walaupun mediasi telah gagal namun secara hukum sebelum putusan akhir dijatuhkan oleh pengadilan maka perdamaian tetap dimungkinkan,” kata Lesly.

“Hukumnya apabila angsuran kredit debitur macet maka kreditur berhak untuk eksekusi jaminan fidusia. Itu sudah jelas dalam perjanjian,” tambah Lesly.

Namun, lanjut Lesly, yang terjadi bukannya mengeksekusi fidusia namun PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Cabang Kupang melaporkan bahwa seolah olah ada penggelepan barang.

“Ini tidak benar, barang ada dalam penguasaan Boby Hartono Tantoyo sebagai debitur karena perjanjian yang sejatinya merupakan hubungan kontraktual/perjanjian kok dibilang penggelapan. Lagipula sampai saat ini barang jaminan tidak pernah dialihkan kepada pihak manapun,”tegas Lelsy.

“Karena mediasi gagal, selanjutnya persidangan akan dilanjutkan pada pemeriksaan pokok perkara. Kita tempuh proses hukum karena para pihak bertahan dengan kebenaran alasannya masing masing. Kita tidak bisa menyatakan salah benar sebab prinsipnya siapapun tidak dapat menjadi hakim untuk diri sendiri. Percayakan  kepada pengadilan untuk memutuskan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutup Lesly.(rey)

  • Bagikan