Wagub Kaltim Minta Buruh Bersyukur UMP Naik Meski Cuma Rp33 Ribu

  • Bagikan
kaltim
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi mengingatkan kepada para buruh dan pekerja untuk mensyukuri kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 meski nilainya kecil.

Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan UMP tahun 2022 melalui keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 561/K/568/2021 sebesar Rp3.014.497. UMP Kaltim tersebut naik Rp33.118,50 atau 1,1 persen dibandingkan UMP tahun lalu.

“Alhamdulillah, kenaikan ini patut disyukuri. Karena, di tengah pandemi Covid-19 pertumbuhan keuangan perusahaan juga terdampak menurun. Karena itu, adanya kenaikan upah sebagai bukti perhatian Pemprov Kaltim,” kata Hadi, Minggu (21/11).

Hadi mengklaim tak mudah menaikkan UMP di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 membuat pendapatan perusahaan turun drastis.

“Jadi, Alhamdulillah. Meski tidak tinggi, tetapi kenaikan tetap ada. Logikanya seharusnya menurun. Karena tujuan kenaikan ini untuk memudahkan karyawan meraih kesejahteraan,” ujarnya.

Meskipun demikian, Hadi mengatakan setiap perusahaan harus mampu memberikan kesejahteraan kepada karyawan, seperti tambahan upah.

“Saya yakin kalau perusahaan tidak pelit kepada karyawan, maka kelak dimudahkan urusan,” katanya.

Sejumlah provinsi telah menetapkan besaran UMP 2022, seperti Jawa Barat yang menetapkan upah minimum sebesar Rp1,84 juta atau naik sekitar Rp31 ribu dari tahun sebelumnya.

Kemudian Pemprov Sumut memutuskan UMP 2022 sebesar Rp2.552.609,94 alias naik 0,93 persen. Sementara Pemprov D.I. Yogyakarta menetapkan UMP 2022 menjadi Rp1.840.915,53 atau naik sekitar Rp75 ribu.[prs]

  • Bagikan