Tunggu Perbaikan Kinerja, Fraksi PKB Sarankan Penyertaan Modal Rp. 30 Miliar Dipending

  • Bagikan
Tunggu Perbaikan Kinerja, Fraksi PKB Sarankan Penyertaan Modal Rp. 30 Miliar Dipending
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) menyarankan agar penyertaan modal sebesar Rp. 30 miliar kepada Bank NTT untuk sementara dipending, sambil menunggu perbaikan kinerja.

“F-PKB sepakat dengan Badan Anggaran DPRD NTT agar penyertaan Modal sebesar Rp30 Miliar kepada Bank NTT pada TA 2022 perlu dipending,” kata juru bicara PKB, Merct Piwung saat membacakan pendapat akhir fraksi atas rancangan APBD 2022 dan empat ranpenda, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, dipendingnya penyertaan modal itu, sambil menunggu pihak manajemen Bank NTT menunjukkan komitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja tata kelola dan akuntabilitas yang baik dan benar.

Dilanjutkannya, pemerintah perlu mengingatkan pihak manajemen Bank NTT untuk memperbaiki kinerja guna meningkatkan tata kelola yang akuntabel dan profesional sesuai catatan korektif dari Badan Anggaran DPRD NTT.

Dimana dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) melalui Pemegang Saham Pengendali target Bank NTT yaitu sebesar Rp. 500 Miliar setiap tahun, namun jumlah capaian laba bersih Bank NTT pada tahun 2021 hanya sebesar Rp.222.157 Miliar.

Selain itu, sumbangan deviden dari Bank NTT untuk APBD terus mengalami penurunan, sementara Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi NTT untuk Bank NTT terus berlangsung hingga tahun 2024, yaitu sebesar Rp600 miliar.

Catatan korektif lain yang perlu Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sampaikan, yakni Bank NTT tidak akurat dalam memberikan penjelasan kepada Komisi III DPRD NTT tentang besaran kontribusi deviden Bank NTT untuk RAPBD Tahun 2022.

Penjelasan dari Bank NTT kepada Komisi III terkait dengan proyeksi dividen untuk RAPBD tahun 2022 yaitu sebesar Rp 29.640 Miliar. Hal ini berbeda dengan proposal Pemerintah dalam RAPBD Tahun 2022, bahwa sumbangan dividen Bank NTT untuk RAPBD Tahun 2022  , yaitu sebesar Rp35.459.559.159.

Perbedaan informasi ini berdampak pada timbulnya stagnasi pembahasan RAPBD tahun 2022, karena harus melakukan penyesuaian pada beberapa aspek pendapatan maupun pada bagian pembiayaan.

“Fraksi PKB ingatkan pemerintaj agar memperhatikan dan melaksanakan rekomendasi dari Badan Anggaran DPRD NTT terkait Bank NTT,” katanya.(rey)

  • Bagikan