SD-SMP di Pontianak Kalbar Sudah Gelar PTM Seratus Persen

  • Bagikan
SD-SMP di Pontianak Kalbar Sudah Gelar PTM Seratus Persen
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Saat ini, Kota Pontianak sudah berada pada zona kuning penyebaran Covid-19 dengan status PPKM level 2. Kendati demikian, aktivitas belajar mengajar dengan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah khususnya di jenjang SD dan SMP, sudah dilakukan seratus persen.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Iwan Amriady menerangkan, aktivitas PTM terbatas secara seratus persen ini diberlakukan karena hingga kini belum ditemukan klaster sekolah selama kegiatan belajar mengajar dilakukan. Meski demikian, untuk pelaksanaannya tidak dilakukan sepekan penuh tapi masih menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Jumlah siswa sendiri masih dibatasi, hal ini dilakukan guna mengatur jarak tempat duduk siswa di ruang kelas dan menghindari berkerumun saat jam pelajaran artinya PTM terbatas ini tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Selanjutnya, untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 yang diwaspadai terjadi, kami akan terus memantau dan mengkaji pelaksanaan PTM terbatas di lingkungan sekolah untuk mencegah munculnya klaster sekolah,” terangnya, Minggu (21/11/2021).

“Sekolah juga harus dipastikan menjalankan prokes. Yang penting ini adalah persepsi dimana apabilan ditemukan kasus Covid-19 jangan sampai seolah-olah sekolah yang menjadi klaster karena kami Bersama Satgas Covid-19 sudah semaksimal mungkin melaksanakan prokes di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi di lingkungan sekolah Iwan menjelaskan capaian vaksinasi bagi guru sudah mencapai seratus persen mengingat guru merupakan pelayan publik sehingga tentu wajib divaksin sesuai kebijakan Pemerintah. Namun, yang kini menjadi masalah adalah vaksinasi terhadap siswa.

“Sesuai anjuran Pemerintah siswa yang divaksinasi minimal berumur 12 tahun keatas sementara vaksinasi hanya boleh dilakukan jika pihak sekolah sudah mengantongi persetujuan dari orang tua siswa. Hal inilah yang membuat vaksinasi siswa tidak bisa dilakukan seratus persen,” pungkasnya.(Alf)

  • Bagikan