Polisi Tangkap Hamil 7 Bulan Saat Tunggu Pelanggan untuk Bersetubuh di Hotel

  • Bagikan
Polisi Tangkap Hamil 7 Bulan Saat Tunggu Pelanggan untuk Bersetubuh di Hotel
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Razia penyakit masyarakat (Pekat) digencarkan Polda Jambi. Petugas menyasar sejumlah hotel kelas melati, yang terindikasi menjadi tempat mesum. Dalam razia yang digelar, Sabtu (20/11/2021) dini hari, berhasil diringkus sejumlah pasangan mesum.

Petugas mendapati seorang wanita yang tengah hamil tujuh bulan berada di kamar hotel, lengkap dengan alat kontrasepsi. Diduga, wanita muda ini merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tengah menunggu pelanggannya.

Wanita muda tersebut nampak panik saat petugas mendapati alat kontrasepsi di dalam tas miliknya. Saat diintrogasi petugas, wanita muda tersebut mengaku tengah hamil tujuh bulan dan menunggu tamu pria hidung belang yang memanfaatkan aplikasi.

Di kamar lain, petugas mendapati dua wanita bersama empat pria dalam satu kamar. Diduga mereka akan melakukan pesta seks. Dari hasil pemeriksaan, juga ditemukan alat kontrasepsi di tas mereka.

Petugas juga langsung melakukan tes urine terhadap mereka yang terjaring razia di kamar hotel tersebut, untuk mengantisipasi tindak penyalagunaan narkoba. Meski negatif menggunakan narkoba, mereka langsung diangkut petugas.

Dalam razia pekat yang melibatkan petugas gabungan tersebut, selain mengamankan wanita muda hamil diduga PSK, juga diamankan sedikitnya 17 orang terdiri lima pasangan mesum yang kencan dalam kamar hotel.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Kristian Adi Wibawa menyebut, razia di sejumlah kamar hotel melati ini, dilakukan untuk mencegah pekat berupa tindak asusila dan protitusi terselubung.

Dia menjelaskan, dalam razia tersebut selain mengamankan wanita muda tengah hamil yang diduga PSK, juga menjaring tiga anak-anak yang saat ini masih dilakukan pemeriksaan. “Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya eksploitasi anak yang terlibat protitusi. Sedangkan para pasangan mesum akan dilakukan pembinaan dan wajib lapor,” tegasnya.(MT)

  • Bagikan