Kasus Adu Mulut Arteria Dahlan, Pengamat: DPR Jangan Merasa Mentang-mentang dan Arogan

  • Bagikan
hapus
Pengamat Ujang Komarudin/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kasus adu mulut antara Ibunda Artheria Dahlan dengan seorang wanita yang diduga anak Jenderal TNI di Bandara Soekarno-Hatta berbuntut panjang. Pasalnya, DPR mulai berencana mengagendakan rapat gabungan untuk membahas kinerja TNI-Polri.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Ujang Komarudin menyatakan langkah yang dilakukan DPR tersebut sangat tidak elok.

“Sangat Tak elok masalah pribadi dibawa ke ranah institusi. Seolah-seolah anggota DPR tersebut merupakan warga negara special,” kata Pengamat Politik Ujang Komarudin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/11).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, lembaga parlemen ini merupakan milik semua rakyat. Sehingga harus lebih bijak dalam mengambil setiap tindakan.

“(DPR) itu bukan milik orang perorangan yang bermasalah itu. Lebih bijaklah dalam menyikapi sesuatu. Karena rakyat sedang menilai kerja para anggota DPR tersebut,” ujarnya.

Dosen FISIP Universitas Al Azhar ini menduga oknum anggota DPR ini menggunakan kesempatan aji mumpung. “Jadi mumpung punya jabatan dan kekuasaan.”

Jadi, kata Ujang, oknum DPR ini merasa mentang-mentang dan arogan. “Mumpung punya kuasa, jadi bisa suka-suka. Dan kesombongan menerpa pada mereka yang punya kuasa,” terangnya.

Lebih jauh Ujang mengungkapkan bahwa itulah kenyataan yang terjadi. “Wakil rakyat yang mestinya menjadi representasi rakyat. Tapi malah menghabiskan uang rakyat untuk rapat-rapat dan hal-hal yang tak perlu,” pungkasnya.[prs]

  • Bagikan