Fahri Hamzah Sebut Ma’ruf Amin Satu-satunya Orang yang Bisa Jelaskan Posisi Ulama

  • Bagikan
Fahri
Fahri Hamzah/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Politisi Fahri Hamzah mengatakan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin adalah satu-satunya orang yang bisa menjelaskan posisi ulama di Indonesia.

Hal itu dikatakan Fahri Hamzah dalam cuitannya di Twitter, Jumat 19 November 2021.

Cuitan Fahri Hamzah ini disinyalir untuk meluruskan tudingan kriminalisasi ulama yang dilakukan oleh pemerintah paska penangkapan terduga teroris yang melibatkan anggota MUI dan ulama.

“Sehat selalu abah, Bapaklah satu2nya orang Indonesia yg bisa menjelaskan posisi ulama di negeri kita ini…,” kata Fahri.

Mantan politisi PKS itu juga berharap, masih ada waktu bagi rakyat menyaksikan keindahan bernegara dan beragama dalam satu tarikan nafas.

Cuitan Fahri Hamzah. Tangkap layar Twitter @FahriHamzah

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan penangkapan ketiga orang tersebut. Ketiga terduga teroris itu adalah AA (44), AS (50) dan FAQ atau Farid Okbah.

Ketiganya ditangkap setelah diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

“Yang ditangkap tiga,” kata Ramadhan saat ditemui di Mabes Polri Jakarta Selatan seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas tampak prihatin dengan penangkapan ulama dan tokoh umat oleh Densus 88 anti teror Polri.

Menurut dia, penangkapan itu sangat mengagetkan. Ia pun mempertanyakan penangkapan ketiga orang tersebut yang diduga berkaitan dengan terorisme.

Sebab, menurut dia, Okbah adalah seorang ulama yang anti tindak kekerasan.

“Kok dia ditangkap oleh Densus 88,” ujar dia.

Ia juga meminta agar Densus 88 bisa menjelaskan alasan penangkapan tersebut agar pemerintahan Jokowi tidak dianggap telah melakukan kriminalisasi.

“Karena yang ditangkapi itu adalah ulama, sehingga pemerintahan Jokowi telah dianggap sebagian elemen masyarakat telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama karena memang telah banyak ulama, ustaz, dan dai yang ditangkap,” kata dia.[prs]

  • Bagikan