Bima Arya Bakal Pindahkan Pusat Pemerintahan Bogor ke Katulampa

  • Bagikan
Bima Arya Bakal Pindahkan Pusat Pemerintahan Bogor ke Katulampa
Wali Kota Bogor, Bima Arya (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya akan memindahkan pusat pemerintahan Kota Bogor dari Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah ke wilayah Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Pusat pemerintahan baru itu akan dibangun di lahan hibah dari pemerintah pusat bekas aset sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI.

“Rencana begitu. Nanti dimatangkan pembahasan untuk perencanaannya dengan dewan,” kata Bima kepada wartawan, Senin (29/11).

Kelurahan Katulampa berjarak sekitar delapan kilometer dari Balai Kota Bogor saat ini, di kawasan Kelurahan Pabaton Kecamatan Bogor Tengah.

Bima menjelaskan alasannya memilih Kelurahan Katulampa dengan pertimbangan perencanaan tata ruang Kota Bogor. Ia menilai konsep redistribusi fungsi dapat mengurangi beban di pusat kota.

“Saat ini semua aktivitas berpusat di seputar istana: pusat pemerintahan, perdagangan, wisata, pendidikan, ibadah. Akan semakin macet dan padat kalau tidak ditata ulang,” kata Bima.

Selain itu, Bima menjelaskan akan menjadikan kawasan Kebun Raya Bogor sebagai kawasan pusaka lestari. Ia juga menilai Balai Kota Bogor saat ini dalam kondisi penuh dan sesak. Bahkan, tak bisa lagi menampung pelbagai aktivitas dan kegiatan-kegiatan Pemkot Bogor.

“Parkir pun terbatas. Dan kantor-kantor dinas juga sekarang tersebar di banyak wilayah. perlu dibangun pusat pemerintahan yang terintegrasi,” ucap dia.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dan Kementerian Keuangan telah menghibahkan aset sitaan BLBI senilai Rp492 miliar kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 kementerian/lembaga negara.

Ketujuh K/L yang menerima hibah adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Badan Narkotika Nasional.

Khusus untuk Pemkot Bogor, pemerintah menghibahkan tanah seluas 103.290 meter persegi dengan nilai Rp345,7 miliar. Aset itu berada di Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Timur.[prs]

  • Bagikan