Ternyata Ini Alasan Satgas Covid Penumpang Pesawat Harus PCR

  • Bagikan
Ternyata Ini Alasan Satgas Covid Penumpang Pesawat Harus PCR
ilustrasi (net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengungkapkan alasan aturan baru mengapa penumpang pesawat di wilayah Jawa-Bali, wajib melakukan tes PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 2×24 jam sebelum keberangkatan, sebagai salah satu syarat penerbangan.

Wiku menyebut, hal ini karena aturan penjarak tempat duduk atau seat distancing sudah tidak lagi diterapkan.

“Pengetatan metode testing menjadi PCR saja di wilayah Jawa-Bali dan non Jawa-Bali level 3 dan 4 ini, dilakukan mengingat sudah tidak di terapkannya penjarakkan antar tempat duduk atau seat distancing dengan kapasitas penuh,” kata Wiku dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (21/10/2021) kemarin.

Menurutnya, keputusan ini bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas, demi pemulihan ekonomi ditengah kasus Covid-19 yang cukup terkendali.

“PCR sebagai metode testing gold standar dan lebih sensitif daripada rapid antigen dalam menjaring kasus positif diharapkan dapat mengisi celah penularan yang mungkin ada,” tambahnya.

Selain itu, guna mengoptimalisasi pencegahan penularan, pihak maskapai juga diwajibkan menyiapkan tiga row atau tiga baris tempat duduk pesawat, untuk kosongkan guna menjadi pemisah jika ditemukan pelaku perjalanan yang bergejala saat perjelanan.

Sebelumnya, dalam aturan baru yang tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di wilayah Jawa dan Bali, aturan terbaru naik pesawat hanya diperbolehkan menggunakan tes PCR sebagai syarat penerbangan.

Inmendagri ini berbeda dari peraturan sebelumnya, yang masih memperbolehkan tes Antigen sebagai persyaratan penerbangan.

“Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (Pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) haris menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama). Menunjukkan PCR (H-2) untuk pesawat udara serta antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut,” tulis Inmedagri nomor 53 yang dikutip redaksi, Jumat(22/10/2021).

Dari instruksi tersebut, maka penumpang pesawat diwajibkan menunjukkan surat keterangan negati Covid-19 melalui tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu penumpang juga harus menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama. Aturan ini berlaku di seluruh daerah PPKM Level 3, 2, 1 di wilayah Jawa dan Bali.(Din)

  • Bagikan