STQ Nasional Resmi Ditutup, Gus Jazil: Semoga Jadi Kekuatan Bangsa Hadapi Pandemi

  • Bagikan
STQ Nasional Resmi Ditutup, Gus Jazil: Semoga Jadi Kekuatan Bangsa Hadapi Pandemi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com –  Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional ke XXVI di Kota Sofifi, Maluku Utara resmi ditutup pada Jumat malam (22/10/2021) di Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi. Kafilah atau delegasi dari DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum. Keputusan itu ditetapkan oleh Dewan Hakim setelah melakukan penilaian dari sejumlah cabang perlombaan yang dilombakan.

Di posisi kedua ada Jawa Timur, disusul Sumatera Utara berada pada posisi ketiga. Selanjutnya, Provinsi Banten, Riau dan Kalimantan Selatan, Jawa tengah, kepulauan Riau, Jawa barat, Nusantara Tenggara Barat dan Papua.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengapresiasi pelaksanaan STQ yang digelar di Maluku Utara. Dia berharap suksesnya pelaksanaan STQN ini bisa menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan, salah satunya pandemi Covid-19.

”Saya selaku Wakil Ketua MPR sekaligus alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang luar biasa kepada Pak Gubernur Maluku Utara (Abdul Ghani Kasuba). Beliau memang ahli Alquran. Jadi, Kota Sofifi ini kota kecil, tapi menjadi mercusuar pelaksanaan seleksi tilawatil quran tingkat nasional,” ujar Gus Jazil–sapaan akrab Jazilul Fawaid–saat berkunjung ke kediaman Gubernur Maluku Utara di Kota Sofifi di tengah pelaksanaan STQ, Jumat (22/10/2021).

Menurut Gus Jazil, suksesnya pelaksanaan STQ Nasional ke-XXVI di Maluku Utara ini menjadi contoh bahwa di tengah pandemi Covid-19, optimisme justru muncul di kota kecil, Sofifi yang bisa memancarkan cahaya Alquran. ”Mudahan-mudahan ini bisa meningkatkan kekuatan dan keutuhan bangsa dalam bernegera,” tuturnya.

Ketua Ikatan Alumni PTIQ Jakarta ini mengatakan, dimulai dengan kecintaan terhadap Alquran ini menjadi bentuk kecintaan umat Islam. ”Ini semua yang hadior disini adalah orang-orang yang cinta Alquran, dan dari rasa cinta itulah akan menuai kebaikan-kebaikan seperti yang dilakukan oleh Pak Gubernur, memindah ibu kota Maluku Utara ke kota kecil Sofifi, tapi dari ini dipancarkan melalui STQ Nasional. Ini luar bisa, menjadi contoh buat provinsi-provinsi lain untuk cinta Alquran,” kata Gus Jazil.

STQN ditutup secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dan dihadiri gubernur dan wagub Malut, pejabat kementerian serta forkopimda Maluku Utara. Senada dengan Gus Jazil, Zainut Tauhid juga mengapresiasi pelaksanaan STQ Nasional ke-XXVI di Sofifi.

Menurutnya, pelaksanaan STQ hampir di semua provinsi dianggap sudah baik karena didukung dengan sarana prasarana yang memadai termasuk tempat tinggal kafilah seperti hotel dan lain sebagainya.

Wamenag mengatakan, pelaksanaan STQ Nasional di Sofifi sangat berbeda. Meski tidak ada sarana penunjang yang terbatas termasuk hotel, tetapi pelaksanaan STQ di Sofifi dilaksanakan secara baik dan sukses. ”STQ Nasional di Sofifi ini sangat luar biasa,” ungkap Wamenag saat memberikan sambutan pada closing ceremony STQ Nasional di Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba mengatakan bahwa kesuksesan pelaksanaan STQ Nasional ini di tengah kondisi sulit bangsa, tidak ada lain selain karena kehendak dan izin Allah SWT. ”Kekuatan ini, keberanian ini karena Alquran, tidak ada yang lain. Kalau yang lain saya kira laa haula walaaquwwata illa billah,” ungkapnya. (ilm)

  • Bagikan