Politisi Golkar Sebut Santri Sebagai Penopang Pembangunan Indonesia

  • Bagikan
santri
Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur M Sarmuji (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur M Sarmuji meminta santri harus mewarnai kehidupan bangsa dengan seluruh aktivitasnya karena telah menjadi penopang dan pilar bagi pembangunan Indonesia.

“Santri adalah anak kandung sejarah, termasuk anak kandung yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya usai mengikuti Golkar Jatim Bershalawat yang digelar di aula kantor partai tersebut di Surabaya, Kamis (21/10/2021) malam.

Selain dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional Tahun 2021, pergelaran shalawat sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar.

Ia mengaku bersyukur karena HUT Golkar pada tahun ini berdekatan dengan dua peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri Nasional sehingga diharapkan berjalan penuh dengan hikmah serta keberkahan.

Anggota DPR RI tersebut mengimbau umat Islam tak berhenti meneladani Rasulullah SAW dalam setiap perilakunya, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin umat.

“Semangat meneladani Rasulullah, mencintai Tanah Air, dan mencintai Partai Golkar sebagai partai perekat persatuan nasional yang selama ini terbukti menjadi rumah bersama bagi segala kemajemukan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, lantunan shalawat dipimpin Habib Muhsin Al Hamid dan diikuti puluhan pengurus DPD Golkar dengan menerapkan protokol kesehatan, sedangkan sebagai penceramah adalah KH Muhammad Bin Muafi Zaini (Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang).

Sementara itu, Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam sambutan secara daring menyatakan bahwa Bulan Rabiul Awal selalu identik dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan seluruh Muslim bersuka cita merayakan dengan berbagai macam cara.

“Memperingati Hari lahir Rasulullah merupakan bentuk ekspresi cinta kita kepada Rasulullah. Tidak hanya sekadar ekspresi cinta, tetapi dalam peringatan maulid ini kita selalu mencoba untuk meneladani dan mengikuti perilaku Nabi,” katanya.

“Cinta kepada Nabi harus menuntun kita untuk menghadirkan Islam Rahmatan lil‘Aalamin yang penuh kedamaian,” tutur Airlangga. (ndi)

  • Bagikan