Peningkatan Air Laut, Ancaman Terbesar Wilayah Jakarta Bakal Tenggelam

  • Bagikan
Peningkatan Air Laut, Ancaman Terbesar Wilayah Jakarta Bakal Tenggelam
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Potensi Jakarta tenggelam dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya peningkatan muka air laut yang membuat ancaman itu lebih besar tiga kali lipat.

Wilayah pesisir utara Pulau Jawa termasuk Jakarta disebut terancam tenggelam karena penurunan muka air tanah dan meningkatnya muka air laut. Selain Jakarta, wilayah yang juga dihantui masalah ini adalah Jalur Pantura, Pekalongan, hingga wilayah yang berada lebih timur seperti Demak.

Penurunan muka air tanah disebut jadi masalah utama yang menyebabkan wilayah-wilayah tersebut terancam tenggelam.

Meski begitu peningkatan muka air laut akibat perubahan iklim juga dikatakan dapat menenggelamkan wilayah pesisir, khususnya di Jakarta, yang membuat ancaman berlipat tiga.

“Sea level rise yang disebabkan oleh perubahan iklim melipat tigakan, tidak hanya melipat duakan tapi melipat tigakan dampak dan ancaman yang dihadapi oleh DKI Jakarta,” ujar Utusan Khusus Gubernur Jakarta bidang Perubahan Iklim, Irvan Pulungan, dalam acara diskusi publik bertajuk Perubahan Iklim dan Ancaman Tenggelamnya Pesisir Jawa pada Kamis (12/10).

Dalam acara yang sama Pakar Iklim dan Meteorologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edvin Aldrian, mengatakan, kenaikan muka air laut disebabkan melelehnya es di tiga wilayah utama di dunia karena perubahan iklim.

“Perubahan iklim itu kita mengkhawatirkan semua lapisan es yang berada di permukaan tanah, di dunia ini mengenal tiga pusatnya, yaitu yang pertama di Kutub Selatan, yang kedua di Greenland, Denmark, dan ketiga lapisan es yang ada di pegunungan Himalaya. Ini yang dikhawatirkan akan mengalami pelelehan dan menambah muka air laut,” ujar Edvin.

Selain naiknya muka air laut dan turunnya muka air tanah, khusus untuk wilayah DKI Jakarta memiliki satu faktor lain yang menyebabkan wilayah ini lebih rentan tenggelam. Faktor tersebut adalah posisi sejumlah wilayah Jakarta yang memang sejak dulu berada di bawah permukaan laut.

“Ada 40 persen tanah DKI Jakarta itu ada di bawah permukaan laut sejak dahulu secara geografis,” kata Irvan.

Kemudian menurut Irvan lagi, dari ketiga faktor tersebut yang bisa dikendalikan sepenuhnya adalah penurunan muka air tanah karena penyebab utamanya adalah penggunaan berlebihan air tanah karena masifnya pertumbuhan penduduk.

Maka dari itu pemerintah DKI Jakarta tahun ini mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 52 dan 57 tentang tarif air minum DKI Jakarta, yang mengatur tentang subsidi air minum.

Melalui peraturan tersebut diharapkan masyarakat yang masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan rumah tangga beralih ke air minum yang disediakan perusahaan pengelola air minum, agar penurunan muka tanah yang disebabkan oleh penyedotan air tanah tidak semakin parah.[prs]

  • Bagikan