Google Sebut Pemerintah Sering Minta Hapus Konten, Demokrat: Pantesan

  • Bagikan
pemerintah
Yan Harahap Demokrat/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Politisi Demokrat, Yan Harahap, mengomentari laporan yang dirilis Google terkait permintaan dari pengadilan dan lembaga pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten di sejumlah layanan Google, tak terkecuali YouTube.

Menurut Yan Harahap, pemerintah Indonesia sering meminta google. Hal ini terlihat dari laporan Google Content Removal Transparency Report hingga pertengahan tahun 2021.

Yan Harahap sendiri menilai klaim bahwa Pemerintah Indonesia sering meminta Google menghapus konten itu merupakan sesuatu yang tidak aneh lagi.

Pantesan,” ujarnya singkat, seperti dikutip¬†dari cuitan di akun Twitter pribadinya @YanHarahap.

Untuk diketahui, sebelumnya Google melaporkan tingginya permintaan penghapusan konten dari Pemerintah Indonesia.

Dalam Laporan Transparansi Penghapusan Konten, Google mengungkap bahwa secara umum terjadi peningkatan permintaan dari pemerintah berbagai negara untuk menghapus suatu konten.

Indonesia bahkan masuk dalam daftar 10 besar negara yang paling sering dan paling banyak meminta Google menghapus konten.

Berdasarkan jumlah konten yang diminta untuk dihapus, Indonesia berada di peringkat pertama.

Pasalnya, Indonesia telah meminta Google untuk menghapus lebih dari 500.000 URL lantaran dinilai melanggar undang-undang.

Google mengatakan dari ratusan ribu permintaan tersebut, pihaknya telah menghapus lebih dari 20.000 URL yang diminta Indonesia dan sedang memeriksa sisanya.

“Kami menerima permintaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menghapus lebih dari 500.000 URL dari Google Penelusuran di Indonesia, dengan mengutip UU ITE No. 19 Tahun 2016. Isi URL tersebut terkait dengan perjudian, yang ilegal di Indonesia,” demikian disampaikan dalam laporan Google.

“Kami menghapus 20.108 URL dari hasil Google Penelusuran di Indonesia. URL yang tersisa saat ini sedang ditinjau,” ujarnya.

Sementara itu, jika dilihat dari jumlah permintaan penghapusan konten yang diajukan, Indonesia menempati peringkat ke-10.

Negara-negara lain yang juga sering meminta menghapus konten di antaranya adalah Russia, India, South Korea, and Turkey, with Pakistan, Brazil, the US, Australia, dan Vietnam.

Tercatat selama periode Januari hingga Juni 2021, Indonesia mengajukan 362 permintaan penghapusan konten kepada Google.[prs]

  • Bagikan