JPU Limpah Kasus Jembatan Apung, Pekan Depan Tiga Terdakwa Jalani Sidang Perdana

  • Bagikan
JPU Limpah Kasus Jembatan Apung, Pekan Depan Tiga Terdakwa Jalani Sidang Perdana
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Setelah dilakukan tahap II dari tangan penyidik Tipidsus Polda NTT, kali ini Jumat 15 Oktober 2021, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lembata, melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan jeti apung dan kolam apung berserta fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata.

Pelimpahan berkas perkara pekerjaan pembangunan jeti apung dan kolam apung berserta fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata dilakukan oleh JPU, Hendrik Tiip, S. H, pada Pengadilan Tipikor Kupang.

Hendrik Tiip, S. H, selaku Jaksa Penuntut Umum ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi pembangunan jeti apung dan kolam apung ke Pengadilan Tipikor Kupang.

“Iya benar. Hari ini, Jumat (15/10/2021) kami selaku Jaksa Penuntut Umum melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Kupang,” kata Hendrik.

Ditambahkan Hendrik, dalam pelimpahan kasus itu JPU menyerahkan berkas perkara, barang bukti (BB) dan tiga (3) orang tersangka diantaranya Silvester Samun selaku pejabat pembuat komitmen, Abraham Yehezkibel Tsazaro L selaku kontraktor pelaksana, dan Middo Arianto Boru selaku konsultan perencana.

Dilanjutkan Hendrik, usai melimpahkan berkas perkara tersebut, kini JPU tinggal menunggu jadwal sidang dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Dan, paling lambat pekan depan kasus tersebut disidangkan.

“Kini kami tinggal tunggu saja jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor Kupang. Kemungkinan paling lama pekan depan sudah disidangkan,” tambah Hendrik.

Terpisah, Ketua PN Kelas IA Kupang, Jhonson Mira Mangngi, S. H, M. H yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pelimpahan berkas perkara itu dari JPU Kejari Kabupaten Lembata.

Menurut Jhonson, setelah menerima berkas perkara dirinya akan menunjuk majelis hakim untuk menyidangkan perkara tersebut.

“Nanti saya tunjuk hakimnya dulu setelah itu baru majelis hakimnya tentukan hari sidangnya. Paling lambat minggu depan sudah bisa sidang,” ujar Jhonson.(rey)

  • Bagikan