Connect with us

Kesehatan

Wamenkes Sebut Vaksinasi Bukan Satu-satunya Game Changer dalam Penanganan Covid

Diterbitkan

Pada

Wamenkes Sebut Vaksinasi Bukan Satu-satunya Game Changer dalam Penanganan Covid
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa vaksinasi bukan satu-satunya game changer (pengubah situasi, red) dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Peningkatan kasus konfirmasi, perawatan, dan kematian masih terjadi di negara-negara yang cakupan vaksinasinya tinggi, menunjukkan vaksinasi bukan game changer,” ujar Dante dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).

Ia menyampaikan Amerika Serikat, Inggris, dan Israel merupakan negara dengan angka vaksinasi lengkap di atas 50 persen. Namun, kasus konfirmasi, perawatan, dan kematian tetap terjadi di negara itu meski sudah tinggi cakupan vaksinasinya.

“Di AS jumlah vaksinasinya mencapai 53 persen, Inggris 63 persen, Israel 63 persen, tetapi tetap terjadi gelombang peningkatan yang disebabkan varian delta,” paparnya.

Ia mengatakan, vaksinasi memang merupakan hal penting dan salah satu modal penting dalam menghadapi pandemi. Akan tetapi, bukan merupakan satu-satunya.

“Ini menunjukkan bahwa walaupun sudah ada vaksinasi yang cukup, tetapi bila protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik di masyarakat maka kenaikan kasus akan tetap terjadi,” katanya.

Vaksinasi, menurut dia, memainkan peranan dalam angka mortalitas di Rumah Sakit. “Mungkin angka severity akan berkurang dengan vaksinasi yang cukup,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dante juga menyampaikan, dalam menghadapi pandemi, dokter memiliki peran penting dalam setiap strategi penanganan pandemi.

Dante mengemukakan, pemerintah memiliki strategi dalam penanganan pandemi COVID-19 yang terbagi menjadi empat, yakni deteksi, terapetik, terapeutik, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

“Di semua pilar ini dokter memainkan peranan dimana tes epidemiologi menjadi lebih penting untuk disosialisasikan oleh para dokter,” katanya.

Ia menambahkan, rasio kontak erat yang dilacak juga penting, ini dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan dan dibantu TNI-Polri.

Kontak erat tersebut, lanjut dia, memainkan peranan rasio dalam mendeteksi kasus yang masih ringan dan terdeteksinya kasus pada fase awal.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Pasien COVID-19 Tersisa Kurang 500 Orang, Ini Penjelasan RS Wisma Atlet

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pasien COVID-19 Tersisa Kurang 500 Orang, Ini Penjelasan RS Wisma Atlet
Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI dr Tugas Ratmono (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

Menhub: Tes PCR Penumpang LN Perkecil Risiko Penularan COVID-19

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menhub: Tes PCR Penumpang LN Perkecil Risiko Penularan COVID-19
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Pfizer, Sekarang Dapat 1,1 Juta Dosis

Diterbitkan

Pada

Penulis

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Pfizer, Sekarang Dapat 1,1 Juta Dosis
Baca Berita
Loading...