Connect with us

Headline

Ternyata Ini Penyebabnya Wanita Lebih Banyak Dari Lelaki Di Dunia

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Jumlah perempuan lanjut usia (lansia) meningkat lebih besar 10 persen dibandingkan lansia laki-laki. Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa angka harapan hidup laki-laki cenderung menurun.

“Nampak betul bahwa perempuan lansia jumlahnya semakin besar. Kalau kita lihat proporsi antara perempuan usia 75 tahun ke atas, sudah menunjukkan jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan laki-laki,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, Sabtu (4/9/2021).

“Dibandingkan 10 tahun sebelumnya, nampak sekali bahwa laki-laki harapan hidupnya tidak terlalu naik besar, tetapi perempuan cederung naik,” lanjut dia.

Berdasarkan sensus penduduk pada data proyeksi Indonesia tahun 2019, selama kurun waktu hampir lima dekade (1971 hingga 2019), persentase penduduk lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat atau sekitar 25,64 juta orang.

Hasto mengungkapkan meningkatnya jumlah penduduk lansia justru dapat menyebabkan beban produktif atau ekonomi pada keluarga yang merawat, karena beberapa lansia memiliki pendidikan yang kurang, memiliki penyakit bawaan atau keadaan ekonomi yang tidak cukup baik.

Menanggapi permasalahan tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa langkah-langkah untuk membantu para lansia menjadi lebih produktif yakni melalui pengadaan bina keluarga lansia dan Go Lansia Tangguh (GoLantang).

Pembinaan itu, kata Hasto, bertujuan agar para lansia tetap bisa menjaga kesehatan diri mereka sendiri dengan menjadi lebih produktif melalui pekerjaan ringan atau aktivitas-aktivitas sederhana.

“Saya selalu sampaikan bina keluarga lansia harus memperhatikan lansia yang sehat tetapi punya modal sehingga dia bisa menginvestasikan baik kemampuannya maupun uangnya untuk kepentingan ekonomi produktif,” ujar dia.

Hasto berharap, seluruh pihak dapat lebih memperhatikan kondisi para penduduk lansia agar menjadi lebih sehat, mampu merawat diri mereka sendiri dan menjadi lebih produktif.

Terutama lansia perempuan yang banyak menghadapi masalah seperti berakhirnya siklus menstruasi (menopause) dan kondisi berkurangnya kepadatan tulang (osteoporosis).

“Saya berharap kita lebih memberikan perhatian kepada para lansia ini. Karena beberapa di antaranya sudah mengalami suatu gangguan kesehatan atau masalah psikologi. Saya juga titip kepada para ahli untuk memperhatikan hal ini,” tegas dia.(Arf)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Diperiksa KPK, Prasetio Edi Ngaku Dicecar Soal Mekanisme Anggaran Pengadaan Tanah Munjul

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi memenuhi panggilan KPK/Net
Baca Berita

Headline

Kata KPK, Novel Baswedan Cs Dipecat Tanpa Pesangon dan Uang Pensiun

Diterbitkan

Pada

Penulis

KPK/Net
Baca Berita

Headline

Sebut Sudah Tak PPKM Darurat, Risma Hentikan BST Rp300 Ribu ke Warga Terdampak Covid

Diterbitkan

Pada

Penulis

Mensos Tri Rismaharini/Net
Baca Berita
Loading...