Connect with us

Hukum

Tangkap Ikan dengan Bahan Peledak Marak di Mamuju, Pihak Polisi Bilang Begini

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pelaksana Harian Direktur Ditpolairud Polda Sulawesi Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Mulyadi Amin meminta masyarakat, khusunya nelayan di daerah itu agar menghentikan penggunaan bahan terlarang dan bahan berbahaya dalam aktivitas menangkap ikan.

“Bukan marak tetapi berdasarkan informasi, masih ada aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan-bahan berbahaya,” kata Mulyadi pada konferensi pers di Mamuju, Selasa (14/9).

Ia mengakui aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak masih sering terjadi wilayah Sulbar, terutama di kawasan perairan Kepulauan Bala Balakang, Kabupaten Mamuju.

“Kami berharap bahwa wilayah perairan Mamuju ini kita harus jaga dan kepada masyarakat yang masih beraktivitas menangkap ikan dengan menggunakan cara-cara ilegal untuk segera menghentikan karena masa depan laut kita ini harus kita jaga bersama,” terang Muyladi.

Kabid Humas Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Syamsu Ridwan menyampaikan, penggunaan bahan peledak sangat berbahaya bagi ekosistem laut.

Menurut dia, penggunaan bom ikan dalam menangkap ikan, selain mengancam keselamatan jiwa juga merusak ekosistem di laut.

“Kami meminta masyarakat, khususnya para nelayan agar menghentikan kegiatan penangkapan ikan menggunaka bahan peledak sebab selain mengancam keselamatan, juga merusak terumbu karang serta membunuh ikan-ikan kecil sehingga akan merugikan kita sendiri,” terang Syamsu Ridwan.

Terkait penangkapan 11 nelayan dengan barang bukti ratusan bahan peledak, ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih terus mengembangkan penangkapan tersebut.

Polisi lanjut Kabid Humas, masih menelusuri penjual amonium nitrat bahan baku bom ikan yang digunakan para nelayan menangkap ikan.

“Masih terus didalami, siapa yang menjual amonium nitrat tersebut kepada para nelayan,” ujar Syamsu Ridwan.

Penangkapan 11 nelayan yang menggunakan ratusan bon ikan tersebut berlangsung perairan Pulau Sabakatang, Kecamatan Bala-balakang, Kabupaten Mamuju, pada Sabtu (11/9).

Dari penangkapan itu polisi menyita 136 botol bom ikan seberat 100 kilogram yang siap digunakan, 96 buah detonator atau sumbu, sebanyak 38 buah pelepah kelapa, aki kapal lima buah, enam jaring ikan, satu unit alat selam atau kompresor, dua unit GPS tangan serta satu unit kapal.

Ke-11 nelayan yang ditangkap tersebut, yakni MA (39), AS (41), SB (25), RM (27), ES (27), RK (20), FJ (19), HA (22), AW (20), SF (51) serta JS (50).

Para belayan itu, telah ditetapkan tersangka dengan dijerat pasal 84 Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 11 orang tersebut, mereka mengaku telah melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom ikan sejak dua tahun terakhir,” kata Syamsu Ridwan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Sebanyak 9 Remaja di Garut Terlibat Narkoba, Langsung Dikirim ke BNN

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Hukum

Duit Rp 541 Juta yang Disita dari Bekas Kades Kemantren Dikembalikan Kejari Sidoarjo

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Hukum

Pegawai Rutan Ditangkap Gegera Aniaya Santri

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...