Connect with us

Hukum

Polisi Duga Ada Tindak Pidana dalam Kebakaran Lapas Tangerang, Menkumham: Tak Usah Berspekulasi

Diterbitkan

Pada

Menkumham Yasonna H Laoly (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang pada Rabu, menewaskan 44 narapidana dan puluhan warga binaan lainnya mengalami luka ringan dan luka berat. Atas peristiwa tersebut, polisi menduga akibat adanya tindak pidana.

Menanggapi dugaan polisi itu, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan penyelidikan soal dugaan tindak pidana yang menjadi ihwal kebakaran itu kepada kepolisian.

“Yang pertama itu (penyelidikan dugaan tindak pidana), kita serahkan saja ke Polri, tidak usah berspekulasi dulu,” ungkapnya pada awak media di RSUD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kamis (9/9/2021).

Yasonna menegaskan, pihaknya bakal membeberkan ihwal kebakaran setelah kepolisian melakukan penyelidikan.

Sementara ini, penyebab kebakaran tersebut diduga terjadi akibat arus pendek listrik alias korsleting listrik. “Ini kan masih dugaan sementara (karena) listrik,” sebut Yasonna.

Kemenkumham, kata dia, tengah fokus untuk menangani proses pemulihan korban selamat lainnya.

“Kita berkonsentrasi pada korban, penyelesaian yang ada 81 orang (napi selamatl harus kita tempatkan di mana,” katanya.

Yasonna mengeklaim, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan keluarga korban tewas berkait identifikasi masing-masing identitas napi yang meninggal.

“Tim kami terus jalan, kami masih menghubungi keluarga-keluarga korban, kami masih menunggu inafis,” ujar Yasonna.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Adi Hidayat menduga kebakaran tersebut terjadi karena ada tindak pidana di dalam lapas. Atas dugaan tersebut, pihaknya memeriksa 20 saksi.

Selain meminta keterangan para saksi, kepolisian juga mengumpulkan beberapa barang bukti seperti kabel, instalasi listrik, dan alat listrik.

“Karena diduga terjadi tindak pidana, maka kita mengumpulkan alat bukti,” ungkap Tubagus pada awak media, Rabu.

“Di samping alat bukti, ada juga pemeriksaan saksi yang saat ini bekerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota,” ujarnya menambahkan. (ndi)

===

Tim Mitigasi PB IDI: Selama Pandemi, Jumlah Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Tercatat 730 Orang

Realitarakyat.com – Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat jumlah dokter yang gugur akibat Covid-19 pada bulan Agustus mencapai 72 orang. Dengan demikian, hingga Kamis (9/9/2021) jumlah dokter yang gugur setelah terpapar Covid-19 selama pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, tercatat sebanyak 730 orang.

“Kita berharap di bulan September dan selanjutnya tidak ada lagi kematian teman sejawat,” kata Ketua Tim Mitigasi Dokter PB IDI, dr Adib Khumaidi dalam webinar bertajuk Update Penatalaksanaan Covid-19 dan Sosialisasi Standar Perlindungan Dokter secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Adib mengatakan, jumlah dokter yang gugur berdasarkan wilayah paling banyak tercatat di Jawa Timur sebanyak 165 orang.

Kemudian, Jawa Barat (111 orang), Jawa Tengah (103 orang), DKI Jakarta (95 orang) dan Sumatera Utara (52 orang).

“Kematian dokter tertinggi berasal dari kelompok usia 56-60 tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adib mengatakan, data kematian dokter berdasarkan jenis kelamin menunjukkan 84 persen dokter yang meninggal adalah laki-laki dan 16 persen perempuan.

“Kita sudah kehilangan 43 guru besar yang tentunya itu akan sangat berarti bagi profesi, sangat berarti bagi negara dan sangat berarti bagi masyarakat,” ucap Adib. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Novel Angkat Suara Soal Pemeriksaan Anies Baswedan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Novel Baswedan dan Anies Baswedan/Net
Baca Berita

Hukum

Polisi Bakal Panggil Luhut dan Haris Azhar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus/Net
Baca Berita

Hukum

Bareskrim Tetapkan Irjen Napoleon Jadi Tersangka Pencucian Uang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Irjen Napoleon Bonaparte/Net
Baca Berita
Loading...