Connect with us

Daerah

Pemkot Malang Klaim Tak Ada Penyelewengan Insentif Tim Pemakaman Jenazah Covid-19

Diterbitkan

Pada

Pemkot Malang Klaim Tak Ada Penyelewengan Insentif Tim Pemakaman Jenazah Covid-19
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Kota Malang memastikan tidak ada penyelewengan dana insentif bagi tim pemakaman Covid-19, usai munculnya laporan dugaan penyelewengan dana insentif dari Malang Corruption Watch.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa dana insentif pemakaman jenazah pasien konfirmasi Covid-19, sudah disalurkan kepada tim yang berhak menerima insentif tersebut.

“Tidak ada penggelapan dan sebagainya,” kata Sutiaji, Kamis (2/9).

Sutiaji menjelaskan, dana insentif petugas pemakaman jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sebesar Rp1,5 juta untuk per makam. Jumlah tersebut dibagi Rp750 ribu untuk penggali kubur, dan sisanya untuk petugas pemakaman.

Dia menjelaskan, dana insentif untuk memakamkan pasien konfirmasi positif Covid-19 itu, telah sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Malang. Ia memastikan, dana yang belum diterima secara penuh, bukan diakibatkan keterlambatan pencairan.

“Bukan terlambat, jadi, uang itu bukan ada di brankas. Karena, jumlah pasien yang meninggal, itu tidak dianggarkan berapa jumlahnya, karena tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pemakaman Kota Malang, Taqruni Akbar menegaskan, tidak ada penyelewengan dana insentif tim pemakaman seperti yang dilaporkan MCW. Saat ini proses usulan insentif mulai Mei hingga Agustus 2021 memang masih berlangsung.

“Jadi untuk mekanisme usulan itu harus selesai SPJ yang sudah terealisasi, baru bisa mengajukan lagi,” jelasnya.

Sebagai informasi, dana insentif tim pemakaman pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang yang sebesar Rp1,5 juta tersebut, bersumber dari belanja tidak terduga anggaran pendapatan, dan belanja daerah 2021.

Insentif tersebut, diberikan kepada tim pemakaman, dan tim penggali kubur, dengan besaran masing-masing Rp750 ribu untuk tiap jenazah. Proses pencairan insentif tersebut, dilakukan setelah pendataan oleh kelurahan setempat.

“Anggaran tersebut dikoordinir oleh kelurahan. Jadi dana tersebut begitu cair, kita serahkan ke Kelurahan,” ujarnya.

Sebelumnya, MCW dalam laporannya menyebutkan adanya dugaan pungutan liar dana insentif petugas pemakaman Covid-19. Lembaga ini menemukan beberapa penggali kubur tidak memperoleh hak kesejahteraannya secara penuh.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa di Pemakaman Plaosan Barat dan LA Sucipto Blimbing, Kota Malang, salah seorang penggali kubur melaporkan baru mendapatkan tiga kali pembayaran meskipun total penggalian kubur mencapai 11 kali.

Peristiwa serupa juga terjadi di Pemakaman LA Sucipto Blimbing, Kota Malang. Petugas mengaku sudah melakukan penggalian lebih dari 30 makam. Namun saat ini, yang bersangkutan hanya menerima insentif Rp3 juta.

Selain itu, juga ditemukan dugaan pungli dengan dalih syarat administrasi, dimana dari total nilai insentif sebesar Rp750 ribu, dilaporkan dipotong Rp100 ribu. Sehingga, petugas hanya mendapatkan insentif sebesar Rp650 ribu.

MCW menilai, mekanisme penyaluran dana insentif bagi penggali kubur juga tumpang tindih, karena semua diberikan langsung oleh Satgas Covid-19, dan kemudian diambil alih oleh lurah, sehingga menyebabkan adanya potensi penyelewengan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

WSBK 2021 Kian Dekat, Pemprov NTB Gencarkan Vaksinasi

Diterbitkan

Pada

Penulis

WSBK 2021 Kian Dekat, Pemprov NTB Gencarkan Vaksinasi
Baca Berita

Daerah

Plt. Wali Kota Tanjungbalai Lepas Keberangkatan Atlet, Wasit dan Official Ikuti PON XX di Papua

Diterbitkan

Pada

Penulis

Plt. Wali Kota Tanjungbalai Lepas Keberangkatan Atlet, Wasit dan Official Ikuti PON XX di Papua
Baca Berita

Daerah

Polres Tanjungbalai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Patuh Toba 2021

Diterbitkan

Pada

Penulis

Polres Tanjungbalai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Patuh Toba 2021
Baca Berita
Loading...