Mahasiswa dan PMP Paluta unjuk Rasa, tutup galian C ilegal

  • Bagikan
Mahasiswa dan PMP Paluta unjuk Rasa, tutup galian C ilegal
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Pemuda (PMP) Paluta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Lingkungan Hidup (LH), DPRD dan Kantor Bupati Paluta, selasa (21/ 09/ 2021)

Aksi tersebut dilaksanakan dengan adanya penemuan tambang galian C di duga ilegal menggunakan alat berat di Desa Batu Tambun Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Hal tersebut yang menuai protes dan kecaman dari berbagai golongan masyarakat dan mahasiswa khususnya di Paluta.

Mahasiswa yang mengecam dan menuai protes adanya tambang ilegal tersebut tergabung dalam PMP dengan bentuk protes menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor LH,DPRD dan Kantor Bupati Paluta.

PMP mengajukan tuntutan dengan unjuk rasa lantaran mereka merasa resah dengan maraknya permasalahan di Kabupaten Paluta, salah satunya masalah tambang galian C ilegal tersebut.

“Karena menyebabkan dampak negatif dari tambang dapat mengakibatkan tanah longsor mengingat dekatnya lokasi dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum Paluta dan pemukiman warga,” ujar Kholilun Naim Nasution selaku penanggung jawab dari aksi demo tersebut.

PMP Paluta mengajukan beberapa tuntutan kepada Dinas LH Paluta maupun Anggota DPRD Kabupaten Paluta.

“Tujuan daripada kedatangan kami di sini untuk melaporkan sekaligus mengadukan perihal dugaan tambang ilegal galian c yang ada di sekitaran Desa Batu Tambun Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta yang dimana tambang tersebut diduga tidak memiliki ijin dan ijin lingkungan.

“Tambang ini sudah beroperasi hampir satu tahun, tapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas yang diberikan oleh Dinas LH Paluta, maka dari itu kami berharap kepada Bupati Paluta Andar Amin Harahap untuk memerintahkan Dinas LH untuk menutup dugaan galian c batu padas mengunakan alat berat yang tidak memiliki ijin lingkungan dan segera memberikan sanksi dan menunjukkan kepemimpinan yang ideal terkait dugaan galian c yang tidak memiliki ijin dan ijin lingkungan yaitu galian c batu padas di desa Batu Tambun lebih kurang 50 meter dari Kantor Dinas PU Paluta”, Tambah Herman Rambe selaku Ketua PMP- Paluta.

Pernyataan tersebut mendapat respon yang baik dari Kepala Bagian Hukum Padang lawas Utara dan Dinas LH Paluta bagai gayung bersambut.

“Saya menghargai apa yang rekan – rekan sampaikan dan laporkan, intinya nanti saya sampaikan ke Bupati Paluta secara rinci agar bisa menjadi tolak ukur saya untuk turun ke lapangan dan mengecek langsung informasi yang adik – adik berikan bersama Dinas LH Paluta, ujar Sugeng Siregar.

“Saya ucapkan terima kasih atas aspirasinya dan nanti kami akan tindak lanjuti dan kita akan berikan teguran tertulis dari Dinas LH”, ujar Kabid Tata Lingkungan Derlina Kani Harahap.

Meski sudah ditemui Dinas Lingkungan Hidup Paluta dan Kepala Bagian Hukum Paluta , sejumlah mahasiswa ini yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Pemuda Paluta (PMP) tetap akan kembali melakukan aksi susulan dengan massa yang lebih banyak lagi apabila permintaanya tidak terpenuhi 10 hari kedepan, dalam wawancaranya dengan awak media.

Sementara ini, ketika Sekda Paluta Burhan Harahap dan Plt. Kadis LH Paluta dihubungi realitarakyat.com melalui nomor Whatsap Masenger-nya belum memberikan tanggapan atas tuntutan mahasiswa yang tergabung dengan PMP. (Haryan).

  • Bagikan
Loading...