Komisi VIII Minta Pemerintah Cepat Respon Masalah Barcode Vaksin Covid Kemenkes yang Tak Terbaca di Saudi

  • Bagikan
Komisi VIII Minta Pemerintah Cepat Respon Masalah Barcode Vaksin Covid Kemenkes yang Tak Terbaca di Saudi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta pemerintah di bawah Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) segera bertindak cepat merespons masalah barcode vaksin Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI tak bisa terbaca oleh sistem pemindai atau scan barcode yang tersedia di bandara-bandara Arab Saudi.

“Ya segera dikomunikasikan sama para pihak yang berwenang di Saudi, misalnya dengan Menteri Kesehatan Saudi dan Menteri Urusan Haji,” kata Yandri kepada wartawan, Rabu (22/9).

Menurut Yandri, hal tersebut juga bisa dibicarakan dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta. Sehingga, masalah ini dapat segera teratasi, dan para calon jemaah umrah dari RI pun bisa terbang ke Tanah Suci.

Menurutnya, pemerintah perlu merespons dengan segara hal tersebut agar tidak ada kendala bagi warga negara Indonesia (WNI) yang hendak melakukan perjalanan ke Saudi.

“Sehingga tidak ada kendala bagi warga negara kita yang mau melakukan perjalanan ke Saudi, khususnya jamaah umrah sekaligus untuk persiapan haji tahun 2022,” tuturnya.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan barcode vaksin Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes RI tak bisa terbaca oleh sistem pemindai atau scan barcode yang tersedia di bandara-bandara Arab Saudi.

Menurutnya, hal itu akan menyulitkan para jemaah asal Indonesia bila nantinya bisa berangkat ke Saudi untuk menunaikan ibadah umrah. Pasalnya, vaksinasi menjadi syarat wajib bagi para jemaah bila hendak melakukan umrah.

Endang menjelaskan sertifikat vaksin sangat dibutuhkan pengunjung dari luar di bandara-bandara di Saudi untuk bisa masuk ke negara tersebut dengan pelbagai tujuan.[prs]

 

  • Bagikan
Loading...