1

Kemenkeu: Bangun Infrastruktur dan Teknologi Mampu Tingkatkan Ekspor

Realitarakyat.com – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan upaya membangun infrastruktur dan memanfaatkan teknologi akan mampu mendukung peningkatan ekspor Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu instrumen penting,” katanya di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Febrio menuturkan ekspor nasional akan terdorong mengingat ketersediaan infrastruktur dan teknologi mampu memperbaiki efisiensi dan daya saing ekonomi.

Tak hanya itu, infrastruktur dan teknologi juga akan memberikan nilai tambah produk ekspor komoditas, meningkatkan daya saing produk nonkomoditas serta memperkuat industri nasional.

“Peningkatan daya saing produk nonkomoditas akan mendorong munculnya komoditas ekspor unggul yang baru,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong perbaikan akses pasar untuk mendukung ekspor nasional dengan memetakan pasar internasional terutama di negara-negara nontradisional sebagai pasar ekspor yang prospektif.

“Ini akan terus dioptimalkan guna mengisi potensi ceruk pasar yang ada,” tegas Febrio.

Kerja sama internasional baik secara bilateral dan multilateral pun akan dimanfaatkan untuk mendukung perdagangan internasional baik barang maupun jasa.

Pemerintah turut menopang dan mendorong pemulihan serta penguatan ekspor sektor jasa di antaranya melalui kelanjutan strategi pengembangan dan promosi daerah wisata Indonesia.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah mendukung pembiayaan ekspor dengan skema khusus seperti penugasan khusus ekspor (PKE) melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berupa kredit modal kerja dan buyers credit.

Kemudian, kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (KURBE) dalam bentuk pembiayaan berupa kredit modal kerja dan pinjaman operasional usaha bagi IKM berorientasi ekspor.

Terakhir, pemerintah terus berupaya mendorong daya saing industri dalam negeri di antaranya dengan pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku dan produksi, serta dukungan melalui regulasi dan optimalisasi program TKDN.

“Pengembangan UKM juga ditingkatkan dengan menciptakan nilai tambah bagi produk UKM dan mengoneksikannya dengan rantai produksi global,” kata Febrio.

Total ekspor Agustus 2021 tercatat sebesar 21,42 miliar dolar AS atau naik 20,95 persen (mtm) dan 64,1 persen (yoy) yang merupakan capaian tertinggi sejak 2000.

Secara kumulatif, total ekspor sepanjang tahun berjalan mencapai 142,01 miliar dolar AS atau meningkat 37,77 persen (ytd) dengan didominasi CPO dan bahan bakar mineral. (ndi)