Gegara Gugat Cerai Cerai Istri, Pria Ini Langsung Ditangkap Kejari Garut

  • Bagikan
Gegara Gugat Cerai Cerai Istri, Pria Ini Langsung Ditangkap Kejari Garut
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Gara-gara menggugat cerai istri, seorang pria ditangkap anggota Kejaksaan. Bukan karena gugatan cerainya, pria tersebut ditangkap karena kasus rasuah.

Ia sempat kabur belasan tahun dan ketahuan saat menggugat cerai istrinya. Pria tersebut bernama Tauhidi (52). Ia buron selama 12 tahun.

Dan akhirnya, pemborong asal Pandeglang itu berhasil ditangkap oleh jajaran Kejaksaan Negeri Garut, Kamis (16/9/2021) yang lalu.

Tauhidi (52) diputuskan bersalah pada tahun 2009 karena melaksanakan pembangunan Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Tahun Anggaran 2005 di Lingkungan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat di kawasan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Dulu ia sudah divonis dua tahun penjara, tersangka kasus tindak pidana korupsi untuk pengadaan pengembangan proyek pusat pelelangan ikan (PPI) di Cilautereun, Cikelet,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut Neva Sari Susanti saat melakukan pers release di Kejari Garut, Sabtu (18/9/2021).

Tauhidi diketahui merugikan negara sebesar Rp 599 juta dari biaya kontrak senilai Rp 1,1 miliar yang diserahkan kepada PT Satia Nugraha Mulya.

Kemudian PT Satia Nugraha Mulya memberikan kuasa kepada Tauhidi untuk menggarap proyek pusat pelelangan ikan (PPI)

Terdakwa kemudian melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan bestek dan tidak tepat waktu, Selama buron Tauhidi mengganti seluruh identitasnya.

Ia kemudian berhasil terdeteksi oleh kejaksaan saat dirinya mengurus proses penceraian di wilayah Kabupaten Subang.

“Yang bersangkutan mengajukan cerai jadi terdata, jadi data-datanya muncul ada alamat rumahnya ada alamatnya jelas, kami kordinasi dengan Kejari Subang untuk melakukan penangkapan,” ucap Neva.

Neva menjelaskan terpidana sempat bebas saat putusan tahun 2007.

Namun Kejaksaan Negeri Garut saat itu melakukan kasasi, kemudian di tahun 2009 turun Peninjauan Kembali (PK) dengan putusan pidana penjara dua tahun denda Rp 200 juta subsider enam bulan dan uang pengganti sebesar Rp 449 juta yang harus dibayar oleh terpidana.

Kini Tauhidi pun dijebloskan ke penjara.(Daus)

 

 

 

  • Bagikan
Loading...