Connect with us

Hukum

Gegara Buat Surat Vaksin Palsu, Seorang Mahasiswa Berurusan dengan Polisi

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Polresta Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menangkap dua orang di antaranya oknum mahasiswa atas dugaan pengguna sertifikat vaksin Covid-19 palsu ketika melintasi pos penyekatan PPKM di Desa Taruna-Kalampangan Jalan Mahir Mahar KM 23.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung Gultom menyebutkan, dua orang yang terlibat itu berinisial MP (25) yang berstatus sebagai mahasiswa di salah satu kota setempat dan seorang lagi adalah anak di bawah umur berusia 16 tahun berinisial SFH.

“Untuk MP dikenai Pasal 263 Ayat (2) KUHP atau 268 Ayat (2) dengan ancaman pidana penjara 6 tahun, sedangkan untuk tersangka yang masih di bawah umur itu dijerat Undang-Undang ITE ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” kata Gultom, Kamis (9/9).

Dijelaskan pula bahwa terungkap kasus pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 digital tersebut berawal tertangkapnya MP pada hari Selasa (7/9) sekitar pukul 20.00 WIB di pos penyekatan PPKM di Desa Taruna-Kalampangan.

MP yang melintas dari arah Kabupaten Pulang Pisau itu terkuak ketika petugas di pos penyekatan melakukan pengecekan terkait dengan sertifikat vaksin digital yang tersangka miliki itu, ternyata tidak sinkron dengan identitas dirinya.

Setelah menemukan fakta-fakta tersebut, anggota kepolisian yang menangani persoalan itu langsung mengembangkan dan mencari tahu dari mana yang bersangkutan mendapatkan sertifikat vaksin palsu tersebut.

“Setelah dikembangkan, kami menangkap SFH di Palangka Raya karena yang bersangkutan sehari-harinya bekerja sebagai di salah satu pencetakan stiker,” katanya.

Peran SFH adalah melakukan penggantian data identitas dengan menggunakan barcode milik orang lain yang pernah dibuatnya juga.

MP menyuruh untuk membuatkan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat mengikuti kuliah kerja nyata, yang dijadwalkan oleh di universitasnya di Palangka Raya.

Namun, gegara hal itu keduanya harus berurusan dengan hukum. Mereka kini juga sudah mendekam di rumah tahanan Mapolresta Palangka Raya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

“Berdasarkan pengakuan SFH selama ini, baru tiga orang yang membuat sertifikat vaksin tersebut. Ketiga orang tersebut akan kami lakukan penyelidikan,” katanya menegaskan.

Dari tangan kedua tersangka, kepolisian menyita 2 unit ponsel dan 1 unit komputer lengkap dengan peralatannya.

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Diperiksa KPK, Prasetio Edi Ngaku Dicecar Soal Mekanisme Anggaran Pengadaan Tanah Munjul

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi memenuhi panggilan KPK/Net
Baca Berita

Headline

Kata KPK, Novel Baswedan Cs Dipecat Tanpa Pesangon dan Uang Pensiun

Diterbitkan

Pada

Penulis

KPK/Net
Baca Berita

Hukum

Pekan Ini, Bareskrim Bakal Tetapkan Tersangka Penganiayaan M Kece

Diterbitkan

Pada

Penulis

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi/Net
Baca Berita
Loading...