Connect with us

DPR

Berikut Profil Lengkap Calon BPK RI yang Saat ini Sedang Melaksanakan fit and proper test di Komisi XI DPR RI

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi XI DPR meloloskan 16 nama untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan keputusan rapat internal Komisi XI DPR telah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak kemarin 8 September hingga hari ini 9 September 2021 dan menurut info malam ini Komisi XI DPR RI langsung akan menentukan keputusan 3 nama yang akan dikirim ke Istana.

Sebanyak 15 nama itu akan berebut 1 posisi yang ditinggalkan Bahrullah Akbar, anggota VII BPK yang berakhir masa jabatannya pada 27 Oktober 2021 yang akan datang . Adapun ke-15 nama tersebut antaralain:

1. Dadang Suwarna (Internal BPK)
Ia Tenaga Ahli Ketua BPK. Sebelumnya Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak (DJP), setelah berkiprah di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Di DJP, ia mundur setelah ramai kasus pemeriksaan bukti permulaan (bukper) yang setara dengan penyidikan, dilakukan hanya atas dugaan peristiwa pidana.

2. Dori Santosa (Internal BPK)
Dori adalah Auditor Utama VI BPK, jabatan setara dengan dirjen atau pejabat eselon I di kementerian/lembaga. Sebelumnya ia Kepala Perwakilan BPK Bali dan Kalimantan Timur.

Sebagai Auditor Utama VI BPK, tanggung jawabnya memeriksa bidang kesehatan, pendidikan, serta pemerintah daerah di wilayah timur Indonesia.

3. Encang Hermawan (Swasta-Hakim)
Pengacara yang memiliki kantor hukum di Tasikmalaya, Jawa Barat ini pernah menjabat sebagai Hakim Adhoc Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Pada 2017, ia menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider kurungan 2 bulan kepada mantan Kepala Kantor SAR Yogyakarta Waluyo Raharjo karena korupsi pembelian lahan Pos SAR Rp5,8 miliar.

4. Kristowanto (Swasta-Partai Gerindra)
Alumnus Universitas Islam Sultan Agung Semarang kelahiran Grobogan, 1984 ini adalah pemilik sekaligus pendiri kantor hukum Kristowanto and Partners.

Ia juga menjadi dosen di Universitas Jayabaya. Pada 2019, ia maju sebagai calon anggota DPR dari Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III, tetapi gagal.

5. Shohibul Imam (Swasta-Internal BPK)
Ia saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli di BPK. Ia juga pengajar mata kuliah akuntansi di Universitas Al-Azhar Indonesia.

Ia yang sering dikira mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Sohibul Iman ini adalah partner pada Kantor Akuntan Publik Shohibul, Kaslani, Komarianto, dan Santosa.

6. Nyoman Adhi Suryadinata (Birokrat)
Ia saat ini menjabat Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukait Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan.

Sebelumnya ia bertugas di Palembang, Medan, Kuala Namu, Ternate dan Manado. Karena jabatannya itu, oleh satu LSM yaitu BPI KPNPA, ia dianggap tidak memenuhi syarat menjadi anggota BPK.

7. R. Hari Pramudiono (Birokrat)
Ia adalah pejabat karir di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Jabatan terakhirnya adalah Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi.

Sebelumnya, Hari menjabat sebagai Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trasns).

8. Muhammad Komarudin (PNS)
Tidak banyak yang dapat digali dari sosok bernama Muhammad Komarudin. Ia adalah pegawai negeri sipil, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris II Ikatan Sarjana Hukum Indonesia.

Pada 2019, ia juga mendaftarkan diri sebagai calon anggota BPK, direkomendasikan oleh Dewan Perwakilan Daerah, tetapi gagal.

9. Nelson Humiras Halomoan Siregar (Internal BPK)
Ia adalah auditor profesional dari BPK. Posisi terakhir alumnus D3 Akuntansi STAN 1991 ini adalah Kepala Subauditorat I BPK Perwakilan Riau.,

Sebelumnya ia bertugas pada posisi yang sama di BPK Perwakilan D.I. Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Tengah.

10. Widiarto (Birokrat)
Ia adalah pejabat karir di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Posisi terakhirnya Inspektur Jenderal.

Sebelumnya, ia menjadi Plt Dirjen Sumber Daya Air. Ia juga tercatat sebagai salah satu komisaris PT Adhi Karya Tbk, bersama Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo.

11. Syarkawi Rauf (Swasta)
Ia mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) 2015-2017. Setelah itu, ia menjabat komisaris di beberapa perusahaan, salah satunya PTPN VI.

Dalam kapasitas itulah, KPK pernah menyebut ia menerima Sin$190.300 dari tersangka Pieko Njotosetiadi untuk membuat kajian kontrak jangka panjang pembelian gula.

12. Teuku Surya Darma (Swasta-Partai Keadilan Sejahtera)
Ia mantan Analis Nonfungsional APBN Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Setjen dan Badan Keahlian DPR pada 2016-2020.

Pria kelahiran Banda Aceh 1974 ini pernah menjadi anggota DPR Aceh 2004-2009 dari Partai Keadilan Sejahtera. Pada pemilihan Wali Kota Banda Aceh 2007, ia maju bersama Raihan Iskandar.

13. Harry Z. Soeratin (Birokrat)
Ia adalah Sekretaris Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, setelah sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Sumber Daya Aparatur Kementerian Keuangan.

Atas posisinya sebagai Sekretaris Dirjen itulah BPI KPNPA juga menganggap ia tidak memenuhi syarat menjadi anggota BPK.

14. Blucer Welington Rajaguguk (Internal BPK)
Ia adalah pejabat karir di BPK. Posisi terakhirnya Kepala Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara.

Sebelumnya, ia menjabat Auditor Utama Keuangan Negara III. Alumnus STAN 1990 ini sudah melanglang buana di BPK, mulai dari tenaga administrasi umum hingga kepala perwakilan.

15. Laode Nursiadi (Internal BPK)
Sama seperti Blucer, Laode juga pejabat karir di BPK. Posisi terakhirnya Auditor Utama Keuangan Negara II, setelah sebelumnya menjabat sebagai Auditor Utama Keuangan Negara IV.

Alumnus STAN yang menggemari kisah-kisah detektif ini mulai berkarir di BPK sejak pertengahan 1989 dan sudah melanglang buana bertugas ke berbagai tempat.(ilm)

 

“Semua sama-sama punya peluang, tetapi ada beberapa nama yang mungkin saja lebih berpeluang, seperti Dadang Suwarna atau Mulyadi,” kata satu anggota Komisi XI yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Demul Minta Warga Tak Buru Macan Tutul di Sanggabuana

Diterbitkan

Pada

Penulis

Macan Tutul yang terlihat di Gunung Sanggabuana/Net
Baca Berita

DPR

Berhadiah Hadiah Sepeda dan Jadikan Jokowi Juri, Puan Bawakan Kuis untuk Siswa di Banten

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Meski Masih Polemik, DPR Tetap Sahkan Nyoman Jadi Anggota BPK

Diterbitkan

Pada

Penulis

Nyoman Adhi Suryadnyana/Net
Baca Berita
Loading...