Connect with us

Daerah

Banjir Akibat Pemda Asahan Biarkan Tanggul Jebol, Warga Sei Dua Hulu Kesulitan Air Bersih

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Warga Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, yang menjadi korban banjir kesulitan mendapatkan air bersih.

Korban banjir, Juned, mengaku saat ini keluarganya yang tinggal di tenda yang ia bangun sangat membutuhkan air bersih.

“Kami disini sudah mulai merasakan sulitnya air bersih. Mandipun kami sudah sulit,” ujarnya, Jumat (3/9/2021).

Selain air bersih, katanya, warga juga membutuhkan obat-obatan karena beberapa orang mulai terserang penyakit kulit.

“Obat juga kami butuhkan karena anak-anak kami sudah mulai terserang penyakit kutu air,” katanya.

Ia juga mengaku saat ini stok kebutuhan sehari-hari sudah mulai menipis dan belum ada bantuan dari pemerintah yang turun.

“Kalau bisa bantuan sembako-lah. Kami tidak bisa kerja, kami tidak bisa memanen buah, minimal bisa untuk kami menyambung hidup beberapa hari,” katanya.

Kepala Lingkungan 15, Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Ratimen mengaku saat ini bantuan dari pemerintah hanyalah tenda darurat.

“Belum. Belum ada bantuan sembako dan air bersih di Desa kami,” kata Ratimen.

Lanjutnya, saat ini bantuan hanya berupa tenda darurat saja yang diturunkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Asahan.

“Cuma tenda saja yang dibantu. Itupun belum memenuhi warga,” katanya.

Lanjutnya, saat ini warga masih meminta pemerintah untuk membantu tenda agar bisa di tempati oleh warganya.

“Untuk lansia saja di kampung ini ada empat orang yang masih memilih menetap di rumahnya karena tidak memiliki tenda pribadi,” katanya.

Sementara masih terlihat warga menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang bewarna merah dan mengeluarkan aroma sedikit bau dipergunakan untuk mandi dan mencuci baju

Banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan tersebut bervariasi.

“Kalau di rumah warga bervariasi. Sekitar 30 cm hingga 50 cm,” jelas Kepala Desa Sei Dua Hulu, Suwardi Nasution.

Selain rumah, kebun milik warga terendam banjir dengan kedalaman hingga 1,5 meter.

Menurut Kusmadi Warga setempat, banjir terjadi karena tanggul pecah.

“Memang banjir ini dikarenakan meluapnya Sungai Asahan. Namun dibarengi oleh tanggul yang pecah,” jelas Kusmadi

Ia mengatakan tanggul tersebut dibiarkan pecah sejak setahun lalu.

“Ada tanggul pecah di dam(Bendungan) tiga, sudah setahun tidak diperbaiki,” katanya.

Banjir yang menggenangi areal sawit dan pemukiman warga tersebut masih mengalir cukup deras.

Banyak warga yang beraktifitas dengan menggunakan sampan buatan yang terbuat dari drum bekas yang di belah kedua sisinya.(MS)

 

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Mahasiswa dan PMP Paluta unjuk Rasa, tutup galian C ilegal

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Daerah

Sukseskan Operasi Patuh Toba 2021, Sat Lantas Polres Tanjungbalai Tingkatkan Sosialisasi Prokes

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Daerah

Walikota Singkawang Dukung Kegiatan Operasi Patuh Kapuas 2021, Tjai Chui Mie : Semoga Masyarakat Mematuhi UU Lalin dan Prokes

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...