Connect with us

Nasional

Atasi Dampak Buruk, Komnas PA Minta Pemerintah Cari Keluarga Alternatif Anak Yatim Akibat Covid-19

Diterbitkan

Pada

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka (ist/net/liputan6)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka mengaku khawatir akan munculnya dampak buruk terhadap anak yatim piatu akibat pandemi Covid-19.

Arist Merdeka menjelaskan, ada sejumlah kekhawatiran yang muncul pada anak anak yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19. Diantaranya, rentan menjadi korban perkawinan anak, bahkan dikhawatirkan menjadi korban perdagangan anak untuk tujuan seksual komersial, korban perbudakan seks, kemungkinan anak pindah agama dan perebutan hak asuh anak.

“Anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat pandemi Covid-19 rentan menjadi korban perkawinan anak. Hal ini karena sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap perkawinan anak merupakan jalan keluar agar anak tidak lagi menjadi yatim piatu,” ujar Arist dalam webinar bertajuk “Perlindungan Terhadap Anak yang Terdampak Covid-19”, yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

“Sangat potensial anak-anak yatim piatu itu untuk mengatasinya dikawinkan atau menjadi korban perkawinan usia anak dan ini terjadi di lingkungan masyarakat kita,” ujarnya menambahkan.

Kekhawatiran lainnya, kata dia, anak menjadi korban eksploitasi ekonomi, korban kekerasan seksual, termasuk penelantaran dan anak putus sekolah.

Terkait dengan itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah daerah segera melakukan reunifikasi dan rehabilitasi sosial anak dengan menyiapkan keluarga alternatif bagi anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat Covid-19 ini.

Sangat potensial anak-anak yatim piatu itu untuk mengatasinya dikawinkan atau menjadi korban perkawinan usia anak dan ini terjadi di lingkungan masyarakat kita.

Dengan mendapat keluarga alternatif, anak-anak ini diharapkan terhindar dari sejumlah dampak buruk pelanggaran hak anak. Pencarian keluarga alternatif ini juga harus berdasarkan penilaian dengan kriteria tertentu.

“Asesmen untuk mencari keluarga alternatif itu sangat penting,” katanya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Penambahan Kasus Covid-19 Terjadi di Sumut, Kasus Terbanyak Jateng

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Headline

BEM SI Ultimatum Jokowi , Pengamat : BEM ini Ngaco, Sama Dengan Mendorong Presiden Intervensi Pengangkatan ASN dong

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Nasional

Kemensos Pantau Langsung Pendistribusian Bantuan untuk Korban Banjir di Mitra

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...