Connect with us

Ekonomi

Walikota Depok Belum Izinkan Buka Mal, Ini Alasannya

Diterbitkan

Pada

Walikota Depok Belum Izinkan Buka Mal, Ini Alasannya
Wali Kota Depok Mohammad Idris (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat belum mengizinkan pusat perbelanjaan atau mal untuk dibuka kembali karena masih adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 16 Agustus 2021.

“Pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan ditutup sementara. Kecuali toko yang melayani penjualan online dengan maksimal tiga orang setiap toko. Untuk akses pegawai restoran, supermarket, dan pasar swalayan diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan di atas,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021).

Pemerintah Kota Depok mengeluarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/336/Kpts/Satgas/Huk/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019.

Dalam keputusan tersebut juga dijelaskan bila supermarket, minimarket, pasar tradisional dan toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi buka hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas 50 persen. Untuk pasar rakyat non kebutuhan sehari-hari, diizinkan beroperasi hingga pukul 15.00 WIB dengan kapasitas 50 persen.

Kemudian, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat hingga pukul 20.00 WIB.

Aturan selanjutnya mengenai pembatasan pada kegiatan makan dan minum di tempat umum. Untuk warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat hingga pukul 20.00 WIB. Dengan pengunjung makan di tempat paling banyak tiga orang dan waktu makan paling lama 20 menit.

Untuk restoran atau rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung atau toko tertutup yang berada pada lokasi tersendiri, diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 WIB. Dengan syarat hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Sedangkan, restoran atau rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup pada lokasi pusat perbelanjaan atau mal sudah boleh buka hingga pukul 20.00 WIB. Kendati demikian, hanya diperbolehkan menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pimpinan DPR dan Presiden Diminta Tak Tandatangani dan Sahkan Calon Anggota BPK Nyoman Adhi Suryadnyana

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pimpinan DPR dan Presiden Diminta Tak Tandatangani dan Sahkan Calon Anggota BPK Nyoman Adhi Suryadnyana
BPK/Net
Baca Berita

Ekonomi

Legislator PKS Desak Pemerintah Serius Benahi Industri Gula Nasional

Diterbitkan

Pada

Penulis

Legislator PKS Desak Pemerintah Serius Benahi Industri Gula Nasional
Anggota Komisi VI Amin Ak/Net
Baca Berita

Ekonomi

Kemenkop Jelaskan Pelaksanaan Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kemenkop Jelaskan Pelaksanaan Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro
(ist/net)
Baca Berita
Loading...