Connect with us

Headline

Wakil Ketua KPK : Ombusman Jangan Asal Sembarangan Nuduh Kami Maladministrasi, Besok Kami Kirim Gugatannya

Diterbitkan

Pada

Wakil Ketua KPK : Ombusman Jangan Asal Sembarangan Nuduh Kami Maladministrasi, Besok Kami Kirim Gugatannya
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan keberatan atas temuan maladministrasi Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK oleh Ombudsman RI. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan,Kamis (5/8/2021).

“Kami menyampaikan bahwa KPK keberatan berdasarkan landasan hukum pasal 25 ayat 6 b Ombudsman RI,” kata Ghufron.

Lebih lanjut, kata Ghufron, KPK pada Jumat (6/8) besok, akan menyampaikan keberatan tersebut dengan mengirimkan surat kepada Ombudsman RI.

“Kami akan sampaikan surat keberatan ini besok pagi ke ombudsman RI,” ujarnya.

Setidaknya, kata Ghufron, ada sekitar 13 poin keberatan KPK atas temuan maladministrasi TWK oleh Ombudsman RI. Dimana salah satunya, KPK menilai bahwa Ombudsman RI dianggap tidak memiliki kewenangan untuk menerima laporan dari para pegawai KPK yang tidak lulus TWK.

Lantaran, para pelapor dianggap bukan sebagai pihak yang membutuhkan pelayanan publik oleh Ombudsman RI.

Seperti diketahui, Ombudsman RI menemukan adanya tiga fokus dugaan maladministrasi TWK. Pertama, Pembentukan kebijakan proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN.

Kedua, proses pelaksanaan dari peralihan pegawai KPK menjadi ASN. Ketiga, dalam tahap penetapan hasil assessment wawancara kebangsaan.

“Tiga hal itu ditemukan potensi-potensi maladministrasi,” kata Ketua Ombudsman RI dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Maka itu, Ombudsman RI menyatakan ada empat poin tindakan korektif yang harus dilakukan oleh pimpinan KPK dan Sekretaris Jenderal KPK. Pertama, memberikan penjelasan konsekuensi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai KPK yang tidak lulus menjadi PNS.

Kedua, Hasil TWK tersebut sepatutnya menjadi bahan masukan langkah perbaikan. Bukan, malah menjadi dasar pemberhentian 51 pegawai KPK.

“Terhadap pegawai KPK yang TMS (tidak memenuhi syarat), diberikan kesempatan untuk perbaiki dengan asumsi mereka benar tidak lulus di TMS. Melalui pendidikan kedinasan,” tegas Anggota Ombudsman RI Robert.

Terakhir, Hakikat peralihan status menjadi ASN, dalam undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020.

“75 pegawai dialihkan statusnya menjadi ASN sebelum 30 Oktober 2021,” imbuhnya.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Mulai Besok, Bandung Terapkan Sitem Ganji – Genap Mulai Pukul 06:00 Hingga 21:00 WIB

Diterbitkan

Pada

Penulis

Mulai Besok, Bandung Terapkan Sitem Ganji - Genap Mulai Pukul 06:00 Hingga 21:00 WIB
Baca Berita

Headline

Istana Peringatkan KKB Papua Agar Hentikan Aksi Brutal yang Tidak Miliki Rasa Kemanusiaan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Istana Peringatkan KKB Papua Agar Hentikan Aksi Brutal yang Tidak Miliki Rasa Kemanusiaan
Baca Berita

Headline

Tidak Ada Masa jabatan Presiden 3 Periode, PDIP Beberkan Sosok calon Yang Akan Diusung di Pilpres 2024 Mendatang

Diterbitkan

Pada

Penulis

Tidak Ada Masa jabatan Presiden 3 Periode, PDIP Beberkan Sosok calon Yang Akan Diusung di Pilpres 2024 Mendatang
Baca Berita
Loading...