Connect with us

Daerah

Terpidana Korupsi Bank NTT Cabang Surabaya Setor Rp285 Juta

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Didakus Leba mantan Kepala Cabang Bank NTT Surabaya, terpidana dalam kasus korupsi pemberian fasilitas kredit senilai Rp. 148 miliar, akhirnya membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp285 juta.

Sebelumnya terpidana telah menitipkan uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp200 juta dalam proses penyidikan. Dan, dalam putusan majelis hakim menyatakan bahwa uang senilai Rp200 juta dirampas untuk negara.

Demikian diungkapkan Kajari Kota Kupang, Oder Max Sombu kepada wartawan, Senin (16/08/2021) saat ditemui di Kantor Kejari Kota Kupang.

Dijelaskan Kajari Kota Kupang, dalam putusan majelis hakim menyatakan bahwa terpidana Didakus Leba mantan Kacab Bank NTT Surabaya wajib membayar uang pengganti senilai Rp. 285 juta.

Menurut Kajari, sebelumnya terpidana Didakus Leba telah menitipkan sejumlah uang sebagai pengganti kerugian keuangan negara yang nilainya mencapai Rp200 juta. Dan, dalam proses penuntutan terpidana kembali menitipkan uang senilai Rp85 juta.

“Sebelumnya terpidana sudah titipkan Rp200 juta sebagai pengganti kerugian keuangan negara dan dalam putusan hakim menyatakan bahwa uang tersebut dirampas untuk negara,” jelas Kajari Kota Kupang, Oder Max Sombu.

Dilanjutkan Kajari, dalam proses penuntutan, terpidana kembali menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp85 juta, sehingga total secara keseluruhan yang telah dititipkan sebesar Rp285 juta.

“Uangnya sebelumnya dititipkan ke kas kejaksaan dan hari ini kami lakukan eksekusi uang tersebut untuk disetorkan ke kas negara yang mana uang itu merupakan uang pengganti kerugian negara yang dibayarkan terpidana sesuai dengan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (incrah),” tambah Kajari.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Agung Republik Indonesia, menolak gugatan Kasasi dari terdakwa Didakus Leba mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank NTT Surabaya.

Dalam petikan putusan hakim kasasi dalam pasal 226 juncto pasal 257 KUHAP, nomor 2391 KIPid.Sus/2021, Mahkamah Agung yang memeriksa perkara tindak pidana korupsi pada tingkat kasasi menolak permohonan kasasi yang dimohonkan terdakwa Didakus Leba.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Kota Kupang, Hendrik Tiip kepada wartawan, Rabu (28/07/2021) mengatakan JPU telah menerima petikan putusan hakim kasasi pada tingkat Mahkamah Agung atas nama terdakwa Didakus Leba.

Dijelaskan Hendrik, dalam petikan putusan tersebut, rapat musyawarah majelis hakim agung pada Senin 12 Juli 2021, yang dipimpin oleh hakim ketua Suhadi didampingi hakim anggota Eddy Army dan hakim Ansori memutuskan bahwa menolak permohonan kasasi dari terdakwa Didakus Leba.

Dalam putusan, kata Hendrik, majelis hakim agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang yang menjatuhkan pidana kurungan selama 13 tahun penjara terhadap Didakus Leba selain itu terdakwa juga dibebankan untuk membayar denda senilai Rp 700 juta subsidair 6 bulan kurungan.

“Putusannya menguatkan putusan PT Kupang dimana terdakwa divonis 13 tahun penjara denda sebesar Rp. 700 juta subsidair 6 bulan kurungan,” jelas Hendrik.

Ditambahkan Hendrik, uang yang telah disita dari terdakwa sebesar Rp. 200 juta, serta uang yang sebelumnya dititipkan oleh terdakwa kepada JPU senilai Rp85 juta. Dan, berdasarkan putusan hakim uang tersebut dirampas untuk Negara dan diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti kerugian keuangan negara senilai Rp285 juta.

Terdakwa Didakus Leba merupakan mantan pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya yang terlibat dalam kasus korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan investasi jangka panjang dari Bank NTT Cabang Surabaya pada tahun 2018 lalu. Dalam kasus tersebut, negara mengalami kerugian senilai Rp. 148 miliar.(rey)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Satgas Pamtas RI-Timor Leste Kerahkan Personel Motivasi Pelajar SD Mulai Tatap Muka

Diterbitkan

Pada

Penulis

ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

KSP Pantau Langsung Produksi Padi Biofortifikasi di Lampung

Diterbitkan

Pada

Penulis

Deputi III Kantor Staf Presiden Panutan Sulendrakusuma (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Ciptakan Aturan Berkualitas, Kemenkumham NTT Harmonisasi Empat Ranperda Sumba Barat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone (ist/net)
Baca Berita
Loading...