Connect with us

Luar Negeri

Muhyiddin Sebut Ada yang Rakus Rebut Kekuasaan dari Tangannya

Diterbitkan

Pada

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Pemerintah Perikatan Nasional, setidaknya sampai menyelesaikan tugas pandemi, vaksinasi dan pemulihan ekonomi.

Namun usaha ini tidak berhasil karena ada pihak yang rakus untuk merebut kekuasaan bukannya mengutamakan nyawa dan kehidupan rakyat.

Muhyiddin mengemukakan hal itu dalam pidato khusus di Kantor Perdana Menteri Malaysia Putrajaya, Senin (16/8/2021).

“Saya telah berbicara kepada Yang di-Pertuan Agong pukul 12.30 siang tadi di Istana Negara. Saya menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai perdana menteri dan seluruh kabinet berdasarkan Pasal 43 (4) Konstitusi Federal karena saya telah kehilangan kepercayaan mayoritas anggota DPR. Artinya saya dan anggota kabinet lainnya sudah mengundurkan diri,” katanya.

Meskipun awalnya dirinya menyarankan legitimasi dirinya sebagai perdana menteri ditentukan di parlemen, namun lima belas anggota parlemen UMNO telah menarik dukungan mereka dan usulan kerja sama lintas partai yang diajukan ditolak oleh partai-partai oposisi.

“Jelas saya telah kehilangan dukungan mayoritas. Jadi, legitimasi saya sebagai perdana menteri tidak perlu ditentukan di parlemen. Jadi, hari ini saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Perdana Menteri dan jabatan semua anggota kabinet sebagaimana disyaratkan oleh konstitusi federal,” katanya.

Pasal 43 (4) Konstitusi Federal menyatakan “Jika perdana menteri tidak lagi mendapat kepercayaan dari mayoritas anggota dewan rakyat (DPR), maka perdana menteri akan mengundurkan diri dari kabinet”.

“Ini adalah kehendak dalam konstitusi dan saya harus mematuhinya. Seruan tulus dari jutaan orang Malaysia untuk saya lanjutkan pekerjaan saya dan tidak mengundurkan diri saya dengar. Namun, saya tidak bisa menerima banding ini karena saya telah kehilangan kepercayaan mayoritas anggota DPR,” katanya.

Muhyiddin mengatakan yang terjadi adalah ketentuan Allah SWT yang adalah sebuah episode dalam sejarah perjuangan politik dirinya.

“Enam tahun lalu, saya dipecat dari jabatan Deputi Perdana Menteri hanya karena saya membela prinsip non-kompromi dalam kasus penggelapan 1MDB. Saya berjuang, saya berkorban, akhirnya Allah SWT mengangkat harkat dan martabat perjuanganku sampai saya dipercaya memimpin negara sebagai Perdana Menteri. Namun, telah ditakdirkan bahwa hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Perdana Menteri dan saya puas dengan ketentuan Ilahi,” katanya.

Muhyiddin mengatakan posisi yang dia pegang bukan suatu keagungan karena dirinya memimpin negara dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya sedangkan pada saat yang sama dirinya terus diancam secara politik.

“Saya dapat mengambil jalan keluar yang mudah dengan mengorbankan prinsip saya untuk tetap menjadi Perdana Menteri. Tapi bukan itu pilihan saya. Saya tidak akan pernah bersekongkol dengan kelompok kleptokrasi, mengganggu independensi peradilan dan mencampuri Konstitusi Federal hanya untuk tetap berkuasa,” katanya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luar Negeri

AS Bakal Sumbang 500 Juta Dosis Vaksin Covid ke Negara Lain

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Luar Negeri

Ternyata, Mayoritas Warga Palestina Ingin Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Diterbitkan

Pada

Penulis

Presiden Palestina Mahmoud Abbas/Net
Baca Berita

Luar Negeri

Pertempuran Milisi dan Tentara Memaksa Ribuan Warga Tinggalkan Myanmar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...