Connect with us

DPR

Kominfo Dianggap Tidak Patuh Petuh Dengan Komitmen Dengan DPR, Nurul Arifin Minta STB Tak Gratis dan ASO Ditunda

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) diminta konsisten melaksanakan kesepakatan dengan DPR, yaitu membagikan Set Top Box (STB) gratis bila akan menghentikan siaran TV analog ke TV digital ( Analog Switch Off/ASO).

Bila hal itu belum bisa terlaksana, maka ASO harus ditunda. Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, memperingatkan agar Kemkominfo jangan merebut kebahagiaan rakyat dengan mematikan begitu saja TV analog dan memaksa mereka membeli STB, alih-alih memberikannya secara gratis.

“Sebaiknya program ini ditunda dulu sampai reda pandemi. Atau kalau memang harus pindah saat ini, maka STB harus dibagikan secara gratis,” kata Nurul, Sabtu, 31 Juli 2021.

Kemkominfo yang meminta masyarakat untuk membeli STB yang sudah bersertifikat dan melihatnya di aplikasi SIRANI (tersedia di android dan iOS), atau di www.siarandigital.kominfo.go.id, menunjukkan niat mereka yang tidak tulus kepada masyarakat.

“Jangan mengambil keuntungan di tengah kesulitan yang sedang dihadapi rakyat. Masih ada waktu sampai tahun depan untuk merealisasikan program transisi analog ke digital. Saya minta hal ini jadi perhatian kita bersama,” tutur Nurul.

Nurul meminta Kemkominfo agar benar-benar mempertimbangkan usulan tersebut.

Bahkan, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu juga menilai Direktur Penyiaran, Direktorat Jenderal PPI, Kemkominfo Geryantika Kurnia membuat pernyataan dalam sosialisasi TV digital yang dinilai tidak menunjukkan kebijakan pro rakyat dan menunjukkan Kemkominfo tidak peka dengan kondisi saat ini.

Padahal, keputusan Pemerintah untuk menghentikan siaran TV analog untuk beralih ke siaran TV digital, ASO tahap pertama yang dimulai pada 17 Agustus, di enam wilayah siaran Indonesia, sejak awal diputuskan untuk tidak membebani masyarakat.

Adapun, Geryantika Kurnia justru membuat anjuran bahkan mempromosikan agar masyarakat membeli STB pada produk tertentu.

Misalnya, seperti STB yang terdapat tulisan DVB-T2 dengan tanda atau tulisan “Siap Digital”.

Bahkan, Kemkominfo secara gamblang mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tertentu merek STB yang bersertifikat Kominfo, seperti Nexmedia (NA1300/DVB-T2 MPEG4 HD), Polytron (PDV 600T2), Ichiko (8000HD), Akari (ADS-2230, ADS-168 dan ADS-210), Venus (Brio), Tanaka (T2), Matrix (Apple), Evercoss (STB1).

Nurul menilai ini tak sesuai dengan kesepakatan awal dengan DPR. Pasalnya, Kemkominfo sendiri berjanji akan memberikan secara gratis STB kepada masyarakat yang membutuhkan untuk beralih dari TV analog ke TV Digital, mulai Agustus ini. “Kominfo ini tidak konsisten.

Semasa pembahasan RUU Cipta Kerja dikatakan bahwa set top box akan diberikan secara gratis.

Sekarang bukannya gratis malah kesannya mengambil keuntungan dari pengadaan set top box ini,” ungkap Nurul Arifin, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Dalam situasi pandemi COVID-19 dimana masyarakat banyak yang mengalami kesulitan ekonomi, tidak sepantasnya Kemkominfo menambah beban kepada rakyat.

Sebaliknya, Nurul meminta agar mereka harus menunjukkan empati yang tinggi kepada masyarakat.

“Kominfo sama sekali tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang bertahan menghadapi pandemi ini. Televisi merupakan satu-satunya hiburan rakyat. Saat ini masih banyak masyarakat yang hanya punya TV analog,” tambah Nurul.(ilm)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Gegara Puan Canda Dengan Warga, Pangdam Jaya sampai Tertawa, Begini Candaannya

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Mulai Tingkat DPRD Kabupaten Kota Hingga DPR RI Fraksi NasDem Gelar Workshop Nasional Bahas Revisi Perpres Nomor 33 Tahun 2020 di Makassar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

DPR

Diduga Ada Pembekakan Biaya, Herman Khaeron: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Perlu Diaudit

Diterbitkan

Pada

Penulis

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron (ist/net)
Baca Berita
Loading...