Connect with us

Kesehatan

Kemenkes Klaim 101,68 Juta Dosis Vaksin Covid Sudah Didistribusikan ke Daerah

Diterbitkan

Pada

Kemenkes Klaim 101,68 Juta Dosis Vaksin Covid Sudah Didistribusikan ke Daerah
Jubir Vaksinasi Covid Kemenkes Siti Nadia Tarmizi/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menuturkan sebanyak 101,68 juta dosis vaksin covid-19 telah didistribusikan ke daerah per 8 Agustus 2021. Angka itu setara dengan 94 persen vaksin covid-19 yang sudah dirilis yakni 107,82 juta dosis.

Berdasarkan data Kemenkes, mayoritas vaksin yang didistribusikan tersebut merupakan vaksin Sinovac yang diolah oleh PT Bio Farma (Persero) sebanyak 81,42 juta dosis. Disusul oleh vaksin AstraZeneca 14,79 juta dosis, Sinovac yang diimpor dalam bentuk jadi 3 juta dosisi, Moderna 2,95 juta dosis, dan Sinopharm 460,88 ribu dosis.

Menurutnya, percepatan distribusi vaksin covid-19 ke daerah bergantung dari pasokan vaksin yang datang.

“Ini tergantung juga jumlah vaksin yang kami terima dari luar negeri, yang penting daerah segera memberikan vaksin ini kepada sasaran,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Dari 101,68 juta dosis vaksin yang telah dikirim ke 34 provinsi, baru 74,53 juta dosis yang digunakan. Angka itu setara dengan 73 persen dari total pengiriman.

Menurutnya, penggunaan vaksin belum maksimal disebabkan oleh keterbatasan pos vaksinasi di masing-masing daerah. Karenanya, dibutuhkan perluasan pos vaksin covid-19 di daerah, sehingga bisa mempercepat penyuntikannya ke masyarakat. Terlebih, saat ini vaksin covid-19 sudah menjadi syarat sejumlah kegiatan seperti kunjungan ke pusat perbelanjaan dan perjalanan.

“Perlu perluasan pos vaksinasi dan mendekatkan dengan sasaran,” katanya.

Apabila dirinci, sebaran vaksin covid-19 di daerah pun tidak merata. Lima provinsi dengan alokasi vaksin covid-19 paling banyak adalah DKI Jakarta 14,62 juta dosis, sedangkan vaksin yang sudah digunakan 11,99 juta dosis (82 persen).

Disusul oleh Jawa Timur 14,83 juta dosis, vaksin yang sudah digunakan 11,48 juta dosis (77 persen), Jawa Barat 12,71 juta dosis, vaksin digunakan 9,92 juta dosis (78 persen), Jawa Tengah 9,89 juta dosis, vaksin yang digunakan 8,74 juta (88 persen), dan bali 5,14 juta dosis, vaksin digunakan 4,18 juta dosis (81 persen).

Nadia menuturkan tidak meratanya distribusi vaksin disebabkan oleh kebutuhan masing-masing wilayah serta ketersediaan vaksin.

“Kita lihat di satu provinsi ada kabupaten kota yang stok vaksinnya banyak, ada yang stok vaksinnya sedikit, bahkan habis,” katanya.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Pasien COVID-19 Tersisa Kurang 500 Orang, Ini Penjelasan RS Wisma Atlet

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pasien COVID-19 Tersisa Kurang 500 Orang, Ini Penjelasan RS Wisma Atlet
Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI dr Tugas Ratmono (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

Menhub: Tes PCR Penumpang LN Perkecil Risiko Penularan COVID-19

Diterbitkan

Pada

Penulis

Menhub: Tes PCR Penumpang LN Perkecil Risiko Penularan COVID-19
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Pfizer, Sekarang Dapat 1,1 Juta Dosis

Diterbitkan

Pada

Penulis

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Pfizer, Sekarang Dapat 1,1 Juta Dosis
Baca Berita
Loading...