Connect with us

Daerah

Kapolda NTT Berharap Tokoh Agama Bantu Beri Pemahaman Prokes pada Umat

Diterbitkan

Pada

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol Lotharia Latif mengharapkan sejumlah tokoh agama di NTT, khususnya di Kota Kupang, untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat soal protokol kesehatan (prokes) khususnya masalah pemakaman jenazah COVID-19.

“Sosialisasi terus kami lakukan berkaitan dengan kasus pengambilan jenazah ini. Semua pihak, baik pemerintah dan tokoh masyarakat serta tokoh agama juga harus memberikan pemahaman kepada umatnya untuk ikuti protokol kesehatan dengan baik,” katanya, di Kupang, Selasa (3/8/2021).

Dia mengatakan hal itu, berkaitan dengan kasus kembali terjadi pengambilan secara paksa jenazah seorang anak yang sudah divonis COVID-19 pada Senin (2/8) kemarin, namun berhasil dicegah oleh pihak kepolisian.

Kapolda NTT mengatakan bahwa untuk pengawasan dan penjagaan di setiap rumah sakit, juga sudah ditingkatkan semenjak kasus perampasan jenazah pertama kali terjadi di rumah sakit yang sama.

Kapolda NTT itu juga sudah sempat mengeluarkan pernyataan tegas bahwa akan menindak dengan tegas siapa saja yang berani terlibat atau tahu dan mau mengambil secara paksa jenazah pasien COVID-19.

Namun, ia mengatakan bahwa perlu kesabaran dan sikap yang humanis dalam menghadapi kasus-kasus seperti yang sudah terjadi tersebut.

“Kadang kita juga menyadari psikologis sosial dan suasana kebatinan yang sedang berduka, sehingga kita juga harus sabar dalam menghadapi hal semacam itu,” ujar dia.

Tapi, menurut Kapolda, jika memang sudah melebihi batas, maka sudah pasti akan diproses secara hukum yang berlaku.

Kapolda juga pernah menyampaikan bahwa para pelaku pengambilan paksa jenazah sudah pasti akan dihukum dan dijerat sesuai dengan Pasal 212 sampai 218 KUHP serta Pasal 93 UU Nomor 16 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Kapolda NTT mengatakan bahwa jika ingin mendoakan kerabat yang meninggal akibat COVID-19, bisa dibicarakan dan pasti akan diizinkan. (ndi/ant)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Sebanyak 90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif, Langsung Jalani Isolasi Terpusat

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Daerah

Bioskop di Batam Diizinkan Buka, Begini Aturannya!

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita

Daerah

Jalur Patroli yang Terbakar di Kalteng Mulai Dibersihkan untuk Pantau Kondisi Hutan

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...