Connect with us

Kesehatan

Mungkinkah Paracetamol Bisa Obati Patah Hati? Ini Jawabnnya

Diterbitkan

Pada

ilustrasi (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Selain digunakan untuk menurunkan demam dan nyeri, muncul sebuah kabar bahwa paracetamol disinyalir dapat mengobati patah hati. Sebenarnya mungkin, gak, sih, paracetamol punya khasiat seperti itu? Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel berikut.

Paracetamol (acetaminophen) adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang paling umum digunakan untuk mengatasi demam, sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri sendi. Obat ini dijual bebas di apotek atau toko obat dan bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Di samping dapat meredakan demam dan nyeri, beberapa penelitian pun menyatakan bahwa paracetamol bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit hati atau “nyeri” psikologis, misalnya akibat reaksi penolakan atau stres. Bagaimana faktanya?

Kebenaran Paracetamol untuk Mengobati Patah Hati
Riset menyebutkan bahwa rasa sakit, baik secara fisik maupun mental, diproses di bagian otak yang sama, yaitu di bagian otak depan yang dinamakan anterior cingulate cortex.

Melalui data tersebut, para peneliti kemudian mencoba mengkaji efek paracetamol terhadap sakit hati atau luka batin. Riset tersebut menunjukkan bahwa pemberian obat paracetamol dalam dosis 1000 mg selama 20 hari dapat membantu mengurangi rasa sakit secara psikologis.

Ada juga riset lain yang menunjukkan bahwa orang yang mengalami luka batin bisa mengalami perbaikan lebih cepat setelah mengonsumsi paracetamol selama sekitar 3 minggu, jika dibandingkan orang yang menderita luka batin dan tidak mengonsumsi obat ini.

Meski begitu, efek perbaikan nyeri akibat patah hati atau luka batin tersebut belum bisa dipastikan memang berkat paracetamol. Ini karena proses penyembuhan dari perasaan sedih, kecewa, cemas, dan stres akibat patah hati atau luka batin bisa dipengaruhi oleh banyak faktor dan dapat berbeda-beda pada setiap orangnya.

Faktor tersebut bisa berupa tipe kepribadian seseorang, pola pikir positif, kemampuan seseorang untuk memaafkan dan menerima kenyataan, serta keberadaan support system.

Kamu juga perlu hati-hati, karena penggunaan paracetamol dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping, seperti demam, ruam kulit, mual, sakit perut, hingga kesulitan bernapas. Dalam kasus yang lebih parah, minum paracetamol secara berlebihan dapat menyebabkan kelainan darah, kerusakan hati dan ginjal, atau bahkan overdosis.

Bukan Paracetamol, Ini Cara Tepat Mengobati Patah Hati
Alih-alih mengandalkan paracetamol untuk mengobati patah hati, lebih baik kamu terapkan cara memulihkan diri dari patah hati yang tepat. Agar perasaan sedih dan stres akibat patah hatimu tidak berlarut-larut, cobalah mengikuti beberapa tips berikut:

– Berikan waktu dirimu untuk bersedih dan merasakan segala emosi yang ada.
– Ceritakan kesedihanmu kepada orang yang kamu percaya. Kamu juga bisa mencurahkan segala yang kamu rasakan dengan menulis buku harian.
– Lakukan perawatan diri yang baik, seperti mengonsumsi makanan sehat, berolahraga rutin, memperbanyak minum air putih, dan beristirahat yang cukup.
– Lakukan teknik reaksasi dan meditasi agar perasaanmu lebih tenang.
– Cari kesibukan dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai atau belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti memasak, berkebun, fotografi, atau bermain alat musik.
– Tanamkan dalam pikiranmu bahwa rasa sedih ini hanya bersifat sementara dan semuanya akan membaik seperti sedia kala.
– Coba memaafkan diri dan orang yang menyakiti dirimu, meski sulit. Hal ini akan membuatmu merasa lebih tenang dan damai.

Ingat, belum ada satu obat pun yang terbukti efektif untuk mengobati patah hati, termasuk paracetamol. Jadi, ketika kamu mengalami patah hati, lebih baik terapkanlah cara di atas agar bisa lebih tenang dan bangkit untuk menjalani hari baru yang lebih baik.

Bila perasaan sedih dan stres akibat patah hati yang kamu rasakan tak kunjung hilang dan membuatmu merasakan tekanan batin hingga ingin menyiksa diri atau mengakhiri hidup, hal ini mungkin menandakan kamu mengalami depresi.

Jika sudah demikian, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar bisa mendapatkan cara terbaik untuk move on dan bangkit dari keterpurukan akibat patah hati. (*)

 

 

sumber: alodokter

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Akhir Tahun, Puan Ingatkan Pemerintah Percepat Vaksinasi

Diterbitkan

Pada

Penulis

Ketua DPR RI Puan Maharani (ist/net)
Baca Berita

Kesehatan

Tanggapi Pendarahan Otak Tukul Arwana, RSPON Tegaskan Tak Ada Korelasi dengan Vaksin

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pemimpin Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (ist/net/ant)
Baca Berita

Kesehatan

Cegah Gangguan Kesuburan, Begini Menurut Pakar

Diterbitkan

Pada

Penulis

Baca Berita
Loading...