WNA Asal China Reaktif Covid Jalani Isoma di SBT

  • Bagikan
WNA Asal China Reaktif Covid Jalani Isoma di SBT
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal China di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid tes antigen, kini dibolehkan pulang oleh pihak RSUD Bula untuk menjalani isolasi mandiri.

Dia dibolehkan pulang melanjutkan isolasi mandiri di tempat tinggalnya di mess BLK Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Komplek Kampung Gorom, setelah petugas medis memastikan gejala yang dicurigai cenderung membaik bahkan sama sekali tidak ada.

“Setelah tujuh hari di RSUD Bula, gejala yang dicurigai cenderung membaik sehingga yang bersangkutan dibolehkan pulang untuk melanjutkan isolasi mandiri,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Bula, Ismail Suwakul via seluler, Senin (13/7/2021).

Meski begitu ditekankannya, sesuai prosedur, setiap orang yang reaktif antigen mesti dilakukan uji sampel Swab untuk mengetahui jelas yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak. Oleh sebab itu petugas medis telah melakukan pengambilan sampel WNA tersebut untuk dikirim ke Ambon guna dilakukan uji Swab.

Menurut Suwakul, sampel yang dikirim itu sudah tiba di Ambon pada hari Minggu kemarin. Namun untuk mengetahui hasil Swab, biasanya diperlukan waktu tiga sampai empat hari mengingat banyaknya jumlah sampel menumpuk untuk diuji.

Selain WNA tersebut, terdapat delapan belas warga lokal lain yang juga dilakukan uji sampel Swab karena reaktif Antigen, sampel mereka dikirim bersama WNA China itu.

Kendati belasan orang ini belum pasti positif Covid-19 karena harus menunggu keluarnya hasil uji Swab, petugas medis tetap saja berikhtiar, mereka dirawat terpisah dari pasien umum lainnya.

Hal ini juga sama persis sebagaimana prosedur yang dikeluarkan Kemenkes. Dari sembilan belas orang yang reaktif Antigen itu, kini hanya tinggal tiga orang saja yang diisolasi dan menjalani perawatan di RSUD Bula.

Sementara sisa lainnya dilakukan isolasi mandiri di rumah termasuk WNA China dimaksud karena sebagian besar di antara mereka OTG, sedang beberapa lainnya berangsur membaik kondisi kesehatan dan nyaris tidak ada gejala lagi.

Meski demikian, selama isolasi mandiri di rumah, petugas medis terus-menerus mengecek dan memantau sembari menunggu keluarnya hasil uji Swab. Jika ternyata hasilnya benar-benar positif Covid-19, maka pihak RSUD lanjut Suwakul segera melaporkannya ke tim gugus tugas (Gustu) Covid-19. Lantas mengenai apa langkah penanganan termasuk tracking untuk mengetahui riwayat kontak erat dengan kerabat lain sepenuhnya menjadi wewenang tim Gustu.

Sebelumnya informasi mengenai WNA China yang reaktif Antigen ini telah meresahkan sebagian besar khalayak di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini. Banyak yang menganggap reaktif Antigen ini sebagai positif Covid-19. Padahal menurut Suwakul tingkat akurasi rapid tes antigen hanya sekira 60%. Untuk membuktikan benar-benar positif Covid-19 atau tidak masih perlu dilakukan uji sampel Swab.(Din)

  • Bagikan